Jumat pagi (20/2/2026) lalu, suasana di Pasar Minggu dan Pasar Kramat Jati tampak seperti biasa. Pedagang sibuk berjualan, pembeli menawar. Tapi ada yang berbeda. Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Bulog, bersama Tim Satgas Pangan, tiba-tiba muncul. Mereka blusukan, mengecek langsung harga dan stok sembako. Tujuannya jelas: memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga jelang Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026.
Menurut Rizal, hasil sidak mendadak itu cukup menggembirakan. Stok kebutuhan pokok terpantau aman, bahkan cukup banyak. Yang penting, harganya stabil. “Alhamdulillah dari dua pasar saya lihat stok cukup banyak, kemudian juga harga-harga cukup stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengecekan ini dilakukan untuk semua barang perlengkapan dapur selama bulan puasa dan persiapan Lebaran nanti.
Rinciannya? Beras medium dijual sesuai HET pemerintah, sekitar Rp13.500 per kilogram. Sementara beras premium di angka Rp14.900/kg. Untuk MinyaKita, harganya juga patuh aturan: Rp15.700 per liter di tingkat pengecer. Bulog punya cara khusus buat minyak goreng ini. Distribusinya langsung dari gudang ke pengecer di pasar, lewat sistem SP2KP. Lewat skema ini, harga dari gudang cuma Rp14.500, sehingga margin untuk pedagang tetap wajar tanpa membebani konsumen. “Ini untuk mencegah kenaikan harga berlapis,” jelas Rizal.
Namun begitu, bukan berarti semua mulus. Ada satu titik yang jadi perhatian: cabai. Akibat cuaca yang tak menentu dengan intensitas hujan tinggi, harga cabai meroket. Cabai merah keriting, misalnya, naik dari Rp50.000 ke Rp60.000 per kg dalam seminggu. Kenaikan lebih fantastis terlihat pada cabai rawit merah. Di Pasar Minggu, harganya menyentuh Rp130-140 ribu per kilogram! Sedikit lebih murah di Kramat Jati, sekitar Rp120 ribu/kg.
Melihat lonjakan ini, Bulog berjanji akan berkoordinasi dengan distributor dan asosiasi terkait. Upaya menstabilkan harga cabai sebelum Lebaran menjadi prioritas.
Di sisi lain, komoditas lain masih terkendali. Harga tepung terigu berkisar Rp10.000/kg. Daging sapi dijual sekitar Rp140.000/kg, meski ada yang jual hingga Rp145.000. Untuk telur ayam ras, harganya Rp31-32 ribu per kilogram. Semua masih dalam batas wajar.
Intinya, melalui sidak seperti ini, Bulog ingin menunjukkan komitmennya. Mereka akan terus memperkuat distribusi komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng ke pasar-pasar utama. Tujuannya satu: menjaga stabilitas pangan selama bulan suci dan momen Lebaran nanti agar masyarakat bisa beribadah dan merayakan dengan tenang, tanpa khawatir soal harga.
Artikel Terkait
Trump Puji Kepemimpinan Prabowo, Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
Tesla Pangkas Harga Cybertruck dan Model Y Hadapi Persaingan Global
Iran Ancam Balas Serangan AS di PBB, Tegaskan Komitmen Diplomasi
Pemerintah Tanggung PPN Sumbangan Pakaian Jadi untuk Korban Bencana di Sumatera