Duka di Balik Asap: Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Berjuang Mencari Kepastian

- Rabu, 10 Desember 2025 | 07:24 WIB
Duka di Balik Asap: Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Berjuang Mencari Kepastian

Kesedihan yang mendalam terpancar jelas dari wajah-wajah di depan Gedung DVI RS Polri Kramat Jati, Selasa malam lalu. Mereka adalah sanak keluarga korban kebakaran maut di Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat. Suasana haru dan tegang begitu terasa, menyelimuti area yang biasanya sepi itu.

Lokasi itu ramai oleh orang-orang yang datang silih berganti, berusaha mencari titik terang tentang nasib anggota keluarga mereka. Sebagian sudah diperbolehkan masuk, namun hingga petang hari, masih banyak yang terpaksa menunggu di luar gedung yang dijaga ketat. Beberapa tampak duduk lesu, mata merah sembab. Ada yang saling berpelukan, berbisik pelan. Bahkan, tak sedikit yang sampai tak kuasa menahan gejolak emosi dan pingsan saat tiba di rumah sakit.

Tak lama berselang, sekelompok keluarga akhirnya diizinkan masuk. Dari balik pintu kaca, terlihat beberapa orang duduk bersandar di lantai, menunggu dengan penuh kecemasan. Mereka menanti setiap informasi dari pihak berwenang.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, meminta keluarga korban untuk segera melapor ke pos yang telah disiapkan.

“Adapun keluarga yang merasa kehilangan keluarga, bisa melapor ke Rumah Sakit Bhayangkara tingkat satu Pusdokkes Polri di gedung DVI, yaitu sebelah kantinnya Rumah Sakit Bhayangkara tingkat Satu Pusdokkes Polri,”

ujar Prima di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12).

Novia, Ibu Hamil yang Tak Sempat Menimang Bayinya

Di tengah kerumunan yang kalut, Prasetyo berdiri dengan tatapan hampa. Dia adalah sepupu Novia, korban berusia 25 tahun. Kabar buruk itu diterimanya lewat telepon saat masih di jalan, sekitar jam tiga sore.

“Tadi itu lagi di jalan, kayaknya jam habis asar, ya. Jam 3-an lah,”

kenangnya.

“Ditelepon mertua, ditelepon dapat kabar dari suaminya korban. Kalau suaminya dapat kabar dari mana saya enggak tahu,”

Kini, Prasetyo mendampingi suami dan mertua Novia. Rasa kehilangan itu terasa begitu perih. Novia tengah mengandung anak pertamanya dan diperkirakan akan melahirkan pada Januari mendatang.

“Udah tua, ya [usia kandungannya]. Kemungkinan Januari itu udah mau, udah HPL-nya, ya,”

ucapnya lirih.

Meski hamil besar, Novia masih aktif bekerja di Terra Drone. Menurut Prasetyo, dia terjebak di lantai 5. Sempat berusaha turun, tapi asap yang terlalu pekat memaksanya kembali ke atas.

“Di lantai 5, mau turun ke lantai 1 karena api sudah berasap, balik lagi ke lantai 5 dan terjebak di situ,”

tuturnya.

“Dari kondisinya, sih, alhamdulillah aman, ya, maksudnya masih utuh. Mungkin [kehabisan] oksigen,”

Keluarga kini menunggu proses identifikasi selesai. Rencananya, Novia akan dibawa pulang ke Lampung untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Kenangan untuk Asyifa, Si Jago Admin

Kesedihan lain datang dari Suhendi, paman Asyifa. Awalnya dia dikabari orang tua Asyifa soal musibah. Suhendi mengira itu kecelakaan motor biasa.

“[Terima informasi] tadi jam 3, ayahnya telepon. Ngabarin musibah, saya pikir kecelakaan motor, dia kan naik motor. Begitu saya telepon balik, [ternyata] kecelakaan kebakaran,”

kata Suhendi, masih tak percaya.

“Saya enggak tahu ada kebakaran di sini [Gedung Terra Drone], kan. Ternyata anak saya, saya teleponin semua, carilah di YouTube, di ini, benar, [kemudian] saya sebar ke keluarga semua, kan,”

Dia pun langsung bergegas ke RS Polri. Suhendi mengenang Asyifa sebagai keponakan yang rajin dan cerdas, khususnya dalam urusan administrasi. Dulu, Asyifa sering membantunya mengurus perusahaan.

“Beliau itu, almarhum jago adminnya. Pajaknya jago, andalan saya dulu. Makanya cepat bisa diterima, orang admin,”

imbuhnya dengan nada bangga yang tertahan.

Setelah lulus, Asyifa memutuskan cari pengalaman di tempat lain. Anak kedua dari tiga bersaudara itu akhirnya diterima di Terra Drone dan telah bekerja sekitar satu setengah tahun sebelum musibah ini merenggut nyawanya.

Posko Pengaduan Dibuka

Untuk memudahkan keluarga korban, Polres Jakarta Pusat membuka posko pengaduan. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan posko didirikan di dua lokasi: tempat kejadian dan RS Polri Kramat Jati.

“Membuka posko di lokasi (gedung Terra Drone) bagi keluarga korban yang karyawan dari Terra Drone ini, yang belum kembali dan belum ada kabar ke keluarganya,”

kata Susatyo.

Keluarga bisa datang untuk mencari informasi atau melaporkan anggota keluarganya yang diduga masih terjebak di dalam gedung. Upaya ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka di tengah situasi yang serba tak pasti ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar