Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Karangsambung Cirebon

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:15 WIB
Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Karangsambung Cirebon

Sabtu pagi (24/1/2026) di Desa Karangreja, Cirebon, suasana tiba-tiba berubah mencekam. Warga digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di Sungai Karangsambung, tepatnya di bawah jembatan setempat. Kejadian ini langsung memicu gelombang kehebohan.

Menurut keterangan, dua warga bernama Rizki Sondika dan Warlani adalah yang pertama melihatnya. Mereka sedang membersihkan sampah di sekitar jembatan itu, sekitar pukul setengah sepuluh pagi. Pandangan mereka tertuju pada sebuah objek yang tersangkut di aliran sungai. Penasaran, mereka mendekat. Dan yang mereka lihat kemudian benar-benar di luar dugaan: itu adalah tubuh manusia.

Laporan pun segera disampaikan ke aparat desa, yang kemudian diteruskan ke polisi via layanan 110.

“Awalnya warga ragu, tapi setelah dipastikan ternyata benar ada sesosok mayat di sungai. Kami langsung meneruskan laporan ke kepolisian,”

Kata Kuwu Desa Karangreja, Toyana.

Begitu laporan masuk, anggota Polsek Kapetakan dan Polres Cirebon Kota langsung bergerak. Mereka mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP. Proses evakuasi jenazah tak lama kemudian dilakukan, melibatkan banyak pihak mulai dari Unit Inafis, perangkat desa, tenaga medis, hingga Basarnas Kabupaten Cirebon.

Kapolsek Kapetakan, AKP Rudiana, kemudian memberikan penjelasan. Identitas korban berhasil terungkap, seorang perempuan berinisial C (48) yang ternyata warga desa setempat. Ia sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Keluarga bisa mengenalinya setelah proses evakuasi rampung sekitar pukul 10.10 WIB.

“Dari keterangan suami korban, yang bersangkutan masih berada di rumah pada pagi hari. Sekitar pukul 09.00 WIB korban sudah tidak terlihat, hingga akhirnya diketahui ditemukan meninggal di sungai,”

tutur Rudiana.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan bersama petugas Puskesmas Suranenggala, korban diperkirakan telah meninggal 3-4 jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara, penyebabnya adalah banyaknya air yang masuk ke dalam tubuh. Namun begitu, penyelidikan masih terus berjalan.

AKP Rudiana menegaskan, pihaknya masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Tujuannya jelas: untuk menguak kronologi lengkap di balik peristiwa tragis ini.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M Aris Hermanto, mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan publik. Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian darurat.

“Kecepatan laporan sangat menentukan kecepatan penanganan di lapangan. Layanan 110 tersedia selama 24 jam dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk situasi darurat apa pun,”

pesannya.

Sampai saat ini, kasus kematian perempuan di Sungai Karangsambung itu masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian berusaha memastikan penyebab pasti kematiannya, mencoba menjawab semua tanda tanya yang masih menggantung.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar