Istanbul – Di tengah ketegangan yang terus memanas di Timur Tengah, muncul komitmen baru dari sekutu Amerika Serikat. Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menyatakan kesediaannya untuk mengirimkan kapal-kapal angkatan laut ke Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Waltz dalam sebuah wawancara dengan CBS News pada hari Minggu (22/3).
“Karena begitu banyak energi yang dikirim ke Eropa melalui selat tersebut, Perdana Menteri Jepang baru saja berkomitmen untuk mengerahkan sebagian angkatan lautnya,” ujar Waltz.
Ia lalu menambahkan, “Dan 80 persen dari energi yang keluar dari Teluk dikirim ke Asia. Jadi, kami melihat sekutu kita berbalik arah sebagaimana mestinya.”
Namun begitu, Waltz juga menegaskan sikap keras Washington. “Presiden (Donald Trump) tidak akan mentolerir rezim ini, karena telah mengancam dan mencoba selama lima dekade untuk menyandera pasokan energi dunia,” tegasnya.
Isyarat dari Tokyo ternyata tak berhenti di situ. Pemerintah Jepang juga membuka kemungkinan mengerahkan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk misi penyapuan ranjau di selat strategis itu. Syaratnya, jika saja gencatan senjata bisa tercapai antara Iran, AS, dan Israel.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Korban Jiwa Anjlom 28%
Timberwolves Tanpa Edwards Kalahkan Celtics, Nuggets Komplit Kembali
Dua Remaja Bekasi Terseret Arus Balik di Pantai Drini, Berhasil Diselamatkan
Manchester City Pertahankan Gelar Carabao Cup Usai Kalahkan Arsenal 2-0