Starmer Tuntut Trump Minta Maaf Atas Komentar yang Hina Pengorbanan Pasukan NATO

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:42 WIB
Starmer Tuntut Trump Minta Maaf Atas Komentar yang Hina Pengorbanan Pasukan NATO

“Saya tidak yakin NATO akan hadir untuk mendukung AS jika diminta,” kata Trump pada Kamis lalu. Ia bahkan menambahkan, “Kami tidak pernah membutuhkan mereka. Kami tidak pernah benar-benar meminta apa pun dari mereka.”

Padahal, invasi Afghanistan saat itu justru mengaktifkan Pasal 5 NATO klausul pertahanan kolektif untuk pertama kalinya dalam sejarah. Serangan di New York dan Washington itu menyatukan puluhan negara, bukan cuma AS dan Inggris. Tentara Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan banyak lagi turut serta.

Mereka semua menanggung korban. Kanada kehilangan lebih dari 150 tentara. Prancis 90. Jerman, Italia, dan negara lain puluhan jiwa. Denmark yang masih berurusan dengan tekanan Trump soal Greenland harus merelakan 44 anak bangsanya. Sementara AS sendiri dilaporkan kehilangan lebih dari 2.400 tentara.

Di sisi lain, penderitaan terbesar justru jatuh pada rakyat Afghanistan. Menurut sebuah perkiraan dari proyek Costs of War Universitas Brown pada 2021, sedikitnya 46.319 warga sipil tewas sebagai akibat langsung dari invasi tersebut. Angka itu belum termasuk korban tak langsung akibat runtuhnya sistem kesehatan, kelaparan, atau kekurangan air bersih.

Jadi, ketika komentar yang meremehkan pengorbanan sekutu itu meluncur, yang terdengar bukan cuma soal politik. Tapi juga luka lama yang belum kering.


Halaman:

Komentar