“Pada masing masing TO yang sudah selesai mengeluarkan lumpur, kotoran barang barang yang rusak/tidak perlu dari ruangan kantor, kegiatan pembersihan agar dilanjutkan dengan pembersihan dinding, jendela, kaca dan mengepel lantai agar bisa dimaksimalkan kebersihannya,”
jelasnya lebih lanjut.
Di sisi lain, tak hanya bersih-bersih. Ada upaya untuk mengembalikan semangat lewat pengecatan. Gedung-gedung pemerintahan akan dicat ulang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan indah. Cat dan kuas sudah disiapkan, dan mekanismenya pun diatur agar hasilnya maksimal.
Yang tak kalah penting adalah pendataan. Satgas akan berkolaborasi dengan ASN Kemendagri untuk membantu BNPB. Tugas mereka adalah memverifikasi data kerusakan rumah dan kondisi penghuni sementara para korban bencana di Aceh Tamiang.
“Kegiatan akan dilaksanakan bersama ASN Kemendagri dalam membantu BNPB memverifikasi data kerusakan tempat tinggal dan penghuni sementara korban bencana Aceh Tamiang,”
terang Halilul.
Lalu, gedung mana saja yang sudah benar-benar siap? Daftarnya cukup panjang, mencakup berbagai instansi vital. Di antaranya adalah Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Kantor KIP, Dinas Tenaga Kerja, hingga BNN Kabupaten. Fasilitas publik seperti SDN 1 Karang Baru, Gedung Dharma Wanita, dan TK Adhyaksa juga termasuk yang sudah beres.
Tak berhenti di situ, sasaran pembersihan bahkan ditambah. Kantor Bupati, Bappeda, kantor ATR/BPN setempat, dan beberapa fasilitas lainnya kini masuk dalam daftar pekerjaan. Perlahan tapi pasti, normalitas berusaha dirajut kembali.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ditahan, Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rugikan Negara Rp50 Miliar
Truk Nyangkut di Perlintasan Kaligawe, 10 Perjalanan KA di Semarang Terganggu
BBPJN Targetkan Tutup Lubang Jalan Nasional Sulsel Sebelum 10 Maret Jelang Mudik
Kejati Sulsel Tahan Lima Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar