Dia dengan jujur mengakui, pola penghematan yang diharapkan belum kelihatan. Kenapa? Karena pasien yang butuh tindakan besar, seperti pasang ring jantung atau cuci darah, jumlahnya belum turun drastis. "Kita belum bisa mengasumsikan tahun pertama sudah terjadi penghematan besar," tuturnya.
Menyikapi hal ini, Kemenkes tak tinggal diam. Tahun 2026 ini, mereka berencana merombak tata laksana penanganan medis. Fokusnya satu: memastikan pasien yang sudah ketahuan sakit di awal, benar-benar tuntas ditangani di Puskesmas. Jangan sampai ujung-ujungnya malah berakhir di meja operasi rumah sakit yang biayanya selangit.
"Jadi tahun 2026 ini Kemenkes akan memperbaiki di bagian tatalaksana tadi. Di jangka panjang, ketika kita berhasil melakukan tatalaksana yang baik, barulah penghematan itu akan terjadi,"
Demikian penutup Endang. Jadi, klaim penghematan dan prediksi pembengkakan anggaran sepertinya bukan hal yang bertolak belakang. Yang satu bicara visi jangka panjang, sementara yang lain menghadapi realitas riil di tahun pertama. Sebuah proses yang ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Artikel Terkait
Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-besaran, Pangdam Jaya Naik Pangkat
Umat Islam Surabaya Masuki 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Jadwal Imsak Hari Ini
Rekomendasi Wisata Kebun Binatang Keluarga di Makassar Saat Libur Lebaran 2026
Resep Nastar Lembut dan Tips Penyimpanan untuk Sajian Lebaran