Aceh Berangsur Pulih: Sekolah dan Masjid Jadi Prioritas
Gambaran serupa ternyata terjadi juga di Aceh. Pasca-banjir yang menyisakan lumpur tebal, upaya pembersihan digencarkan. Para prajurit, bersama warga, menyekop endapan tanah dan sampah. Di beberapa titik, deru gergaji mesin terdengar memotong kayu-kayu besar yang terbawa arus hingga ke fasilitas publik.
Fokusnya jelas: memulihkan fasilitas umum secepat mungkin. Jalan raya, selokan, tentu saja. Tapi yang paling krusial adalah sekolah dan tempat ibadah.
Di Aceh Tamiang, misalnya, mereka membersihkan TK Desa Pengidam sampai parit Dusun Jaya Baru. Lalu di Bireuen, SDN 3 Pante Gajah dan SMKN 1 Peusangan jadi sasaran. Rumah-rumah warga di Dusun Teuping Ara juga tak luput. Kemudian di Pidie Jaya, pembersihan merambah ke pondok pesantren, sekolah, hingga kantor keucik.
Gotong royong seperti ini menyebar. Dari Desa Pertik di Gayo Lues, Desa Jambak di Aceh Barat, sampai ke rumah-rumah warga di Aceh Tenggara. Semuanya dilakukan agar kehidupan bisa berdenyut normal kembali.
Prioritas ini sejalan dengan arahan dari pimpinan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan hal itu.
"Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah, juga puskesmas, rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali," ujarnya dalam sebuah rapat koordinasi di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.
Pemerintah berkomitmen memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi. Tujuannya satu: agar masyarakat terdampak di seantero Sumatra bisa kembali beraktivitas dengan aman dan normal. Secepat mungkin.
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Gelar Travel Fair, Siapkan 40 Ribu Kursi Promo untuk Umrah dan Haji
Bukan Pesut, Lumba-Lumba Putih yang Muncul di Sungai Asahan
Gadis 11 Tahun Nekat Jalan Kaki 17 Km Sendirian di Malam Hari untuk Temui Nenek
Wali Kota Tangerang Alihkan Belajar ke Daring, Imbas Banjir yang Belum Surut