Dulu, ucapan Ayatollah Khamenei yang menyebut Amerika sebagai "setan besar" yang bakal hancur, banyak ditertawakan. Dianggap retorika kosong belaka.
Tapi lihatlah sekarang. Diagnosis itu ternyata cukup tajam, meski runtuhnya tak persis seperti yang dibayangkan. Amerika Serikat tidak ambruk karena serangan dari luar. Bukan itu. Mereka justru pelan-pelan sekarat, terlihat dari caranya 'memakan' sekutu-sekutu terdekatnya sendiri negara-negara Eropa yang selama ini jadi pendukung setia.
Di sisi lain, keteguhan Iran patut dicatat. Puluhan tahun tak mau tunduk, tekanan sanksi seberat apapun dihadapi. Sikap keras kepala itu, mau tak mau, berhasil mengikis mitos kesatuan Barat yang selama ini digaungkan. Wibawa Amerika retak, dan retakan itu makin jelas terlihat.
Semuanya menunjukkan satu hal: peta kekuatan global sedang berubah. Perlahan, namun pasti.
-Labib Muhsin-
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta