Dulu, ucapan Ayatollah Khamenei yang menyebut Amerika sebagai "setan besar" yang bakal hancur, banyak ditertawakan. Dianggap retorika kosong belaka.
Tapi lihatlah sekarang. Diagnosis itu ternyata cukup tajam, meski runtuhnya tak persis seperti yang dibayangkan. Amerika Serikat tidak ambruk karena serangan dari luar. Bukan itu. Mereka justru pelan-pelan sekarat, terlihat dari caranya 'memakan' sekutu-sekutu terdekatnya sendiri negara-negara Eropa yang selama ini jadi pendukung setia.
Di sisi lain, keteguhan Iran patut dicatat. Puluhan tahun tak mau tunduk, tekanan sanksi seberat apapun dihadapi. Sikap keras kepala itu, mau tak mau, berhasil mengikis mitos kesatuan Barat yang selama ini digaungkan. Wibawa Amerika retak, dan retakan itu makin jelas terlihat.
Semuanya menunjukkan satu hal: peta kekuatan global sedang berubah. Perlahan, namun pasti.
-Labib Muhsin-
Artikel Terkait
Menteri Agama: Media Arus Utama Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa di Tengah Derasnya Informasi
Indonesia Siap Jadi Pusat Dialog Islam Moderat Dunia Lewat Konferensi Imam Masjid Internasional 2026
Andi Taletting Langi Resmi Pimpin IKA Ilmu Politik Unhas, Canangkan Lima Program Prioritas
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun