Di hadapan para pemimpin dunia dan investor global di Davos, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang cukup tegas. Intinya? Komitmen Indonesia untuk membersihkan rumahnya sendiri. Ia mengungkap, pemerintah telah menyita 4 juta hektare perkebunan ilegal. Tak cuma itu, izin 28 korporasi yang menguasai lebih dari satu juta hektare kawasan hutan lindung pun dicabut.
Prabowo punya istilah khusus untuk praktik yang ingin diberantasnya. "Saya menyebutnya secara terbuka 'greedomics' – ekonomi keserakahan, ekonomi praktik rakus," ujarnya.
Langkah tegas lainnya, penutupan 1.000 tambang ilegal. Namun begitu, ia mengakui pekerjaan rumah masih banyak. Sekitar 1.000 tambang serupa dan 666 korporasi pelanggar hukum lainnya masih dalam sorotan.
Makan Gratis yang Tembus Rekor
Dari penegakan hukum, Prabowo beralih ke program sosial andalannya. Program makan bergizi gratis kini sudah berjalan. Angkanya luar biasa: 59,8 juta porsi per hari disalurkan lewat lebih dari 21 ribu dapur di seluruh Indonesia. Sasaran utamanya jelas: ibu hamil, menyusui, anak-anak, hingga lansia yang hidup sebatang kara.
"Dalam waktu sekitar sebulan lagi, kita akan melampaui McDonald's yang melayani 68 juta porsi per hari," katanya penuh keyakinan.
Program yang dimulai awal 2025 ini tak cuma soal pangan. Dampak sampingannya signifikan. Lebih dari 600 ribu lapangan kerja langsung tercipta di dapur-dapur tersebut. Bahkan, diperkirakan bakal menembus 1,5 juta pekerjaan. Rantai pasokannya juga melibatkan puluhan ribu UMKM dan koperasi.
Gebrakan di Dunia Pendidikan
Reformasi besar-besaran juga terjadi di sektor pendidikan. Prabowo melaporkan, sudah 16.140 sekolah yang direnovasi. Yang menarik, puluhan ribu panel digital interaktif berukuran besar telah dipasang di ruang kelas. Rencananya, tahun depan akan ditambah lagi satu juta panel. Targetnya sederhana: setiap sekolah punya minimal beberapa kelas berteknologi mutakhir.
Ia juga membangun sekolah asrama khusus untuk anak-anak dari keluarga sangat miskin. Sudah 166 berdiri, menuju target 500. Filosofinya dalam: memutus "lingkaran kemiskinan" yang seringkali turun-temurun.
"Saya bertekad bahwa anak orang termiskin tidak boleh miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama," tegas Presiden.
Fundamental Ekonomi yang Kuat
Prabowo tak lupa menyoroti fondasi ekonomi. Indonesia, menurutnya, tumbuh konsisten di atas 5% dalam sepuluh tahun terakhir. Inflasi terjaga, defisit anggaran pun terkontrol. Bahkan IMF menyebut Indonesia sebagai "titik terang global".
Dengan berbagai reformasi yang digulirkan, ia yakin pertumbuhan tahun ini akan "mengejutkan banyak pihak di dunia".
Dana Abadi dan Rasionalisasi BUMN
Salah satu pengumuman penting adalah pembentukan dana abadi negara, Dantara. Nilainya fantastis: satu triliun dolar AS. Dana ini akan difokuskan untuk membiayai industri masa depan.
Artikel Terkait
Genangan Kalimalang Tewaskan Pengemudi Ojek Online di Cikarang
Pasangan Tewas Diserang Kawanan Tawon Ganas di Kebun
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa