Dari pengecekan langsung di lapangan, Pramono menemukan titik kritis. Kali Cakung Lama mengalami bottleneck atau penyempitan aliran sebelum air menuju laut. Akibatnya, daerah seperti Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, dan Pegangsaan Dua kerap kebanjiran.
"Saya melihat mengecek secara langsung, memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck. Dan ini menyebabkan beberapa daerah kemudian banjir," paparnya usai peninjauan.
Normalisasi untuk segmen sepanjang sekitar dua kilometer itu kini jadi prioritas. Pramono sudah memberi lampu hijau dan meminta pembahasan teknis segera dilaksanakan.
"Tadi saya sudah meminta kepada Bu Ika (Kadis SDA DKI) untuk segera dilakukan normalisasi. Dan mungkin sampai sekitar 2 kilometer. Ini menjadi program prioritas," ujarnya.
Selama ini, upaya normalisasi kerap mentok karena penolakan warga. Tapi situasi berubah. Banjir yang datang bertubi-tubi dalam dua pekan terakhir rupanya membuat banyak orang akhirnya setuju.
"Saya tanya langsung kepada penduduk dulu kenapa tidak dilakukan karena memang sebagian pasti masih keberatan. Tapi sekarang ini sebagian besar masyarakat sudah bersedia," tutur Pram.
Ia menggambarkan kondisi yang memprihatinkan. "Karena memang beberapa sungai itu lebarnya tinggal 2 meter. Padahal awalnya di sini ini sekitar 15 sampai 20 meter," tambah politikus PDIP itu.
Targetnya jelas: mengurangi banjir di Kelapa Gading dan sekitarnya. Rapat persiapan akan digelar mulai pekan depan.
"Tadi saya sudah memberikan persetujuan secara langsung dan langsung minggu depan kita rapatkan untuk kita lakukan normalisasi di sungai ini supaya Kelapa Gading dan sebagainya tidak berdampak seperti sekarang ini," pungkasnya.
Artikel Terkait
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa
Banjir Rendam 31 Desa di Bekasi, Jalanan Berubah Jadi Kolam
Khozinudin Tolak Damai: SOP Solo Dituding Upaya Pecah Belah Penggugat