“Sudah berangsur surut,” ujarnya singkat.
Tapi jangan salah, paginya jauh lebih parah. Uli menunjukkan ketinggian air dengan tangannya.
“Kalau di warung saya cuma di bawah mata kaki, tapi yang paginya itu yang lebih gede. Di sana sudah segini (menunjukkan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa),” katanya.
Banjir ini jelas bikin rugi. Meski sudah berusaha mengangkat barang-barang dagangannya, tetap saja ada yang rusak dan tidak bisa diselamatkan.
“Ada, banyak barang-barang yang rusak. Ya nggak terlalu banyak, lumayan. Karena sebagian sudah saya angkatin, saya antisipasi dulu,” tuturnya dengan nada kesal bercampur pasrah.
Harapannya sederhana: agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ia berharap ada penanganan yang lebih serius untuk masalah banjir di kawasan itu.
“Harapannya supaya ke depannya lebih diantisipasi lagi, lebih baik, supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi,” pungkas Uli, sambil memandangi genangan di depan warungnya yang perlahan menyusut.
Artikel Terkait
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa
Banjir Rendam 31 Desa di Bekasi, Jalanan Berubah Jadi Kolam
Khozinudin Tolak Damai: SOP Solo Dituding Upaya Pecah Belah Penggugat