“Sudah berangsur surut,” ujarnya singkat.
Tapi jangan salah, paginya jauh lebih parah. Uli menunjukkan ketinggian air dengan tangannya.
“Kalau di warung saya cuma di bawah mata kaki, tapi yang paginya itu yang lebih gede. Di sana sudah segini (menunjukkan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa),” katanya.
Banjir ini jelas bikin rugi. Meski sudah berusaha mengangkat barang-barang dagangannya, tetap saja ada yang rusak dan tidak bisa diselamatkan.
“Ada, banyak barang-barang yang rusak. Ya nggak terlalu banyak, lumayan. Karena sebagian sudah saya angkatin, saya antisipasi dulu,” tuturnya dengan nada kesal bercampur pasrah.
Harapannya sederhana: agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ia berharap ada penanganan yang lebih serius untuk masalah banjir di kawasan itu.
“Harapannya supaya ke depannya lebih diantisipasi lagi, lebih baik, supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi,” pungkas Uli, sambil memandangi genangan di depan warungnya yang perlahan menyusut.
Artikel Terkait
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions
Valverde Cetak Hattrick, Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0 di Liga Champions
12 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Awal Orde Baru Hingga Pawai Garam Gandhi
Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-besaran, Pangdam Jaya Naik Pangkat