Jakarta Terapkan Belajar dan Bekerja dari Rumah, Antisipasi Cuaca Ekstrem

- Jumat, 23 Januari 2026 | 09:00 WIB
Jakarta Terapkan Belajar dan Bekerja dari Rumah, Antisipasi Cuaca Ekstrem

Jakarta bersiap. Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang belum juga reda, Pemerintah Provinsi DKI akhirnya mengambil langkah. Mulai Senin, aktivitas belajar dan bekerja diimbau untuk dialihkan ke rumah masing-masing. Kebijakan school from home dan work from home resmi diberlakukan sebagai bentuk antisipasi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan alasan di balik keputusan ini. Intinya sederhana: menjaga agar roda pendidikan dan pekerjaan tetap berputar, meski alam sedang tidak bersahabat.

“Saya juga sudah meminta kepada Dinas Pendidikan untuk memperbolehkan yang disebut dengan school from home,”

kata Pramono, saat berada di lokasi peninjauan Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, Jumat lalu.

Menurutnya, pilihan SFH ini bukan tanpa sebab. Curah hujan yang masih tinggi, genangan banjir di sejumlah titik, plus kemacetan parah yang sudah jadi langganan, dinilai sangat mengganggu mobilitas siswa dan guru. Tapi dia optimis. Infrastruktur digital Jakarta dianggap sudah mumpuni untuk menopang sistem belajar jarak jauh ini.

“Kalau curah hujan tinggi, banjir, dan juga persoalan kemacetan lalu lintas, dengan school from home saya yakin proses belajar mengajar di sekolah yang ada di Jakarta bisa tetap berjalan dengan baik karena memang infrastruktur di Jakarta cukup untuk dilakukan SFH,”

ujarnya, yang akrab disapa Pram.

Nah, tak cuma urusan sekolah. Pramono juga memberi lampu hijau untuk para pekerja. Ia menyebut Dinas Tenaga Kerja sudah mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur soal work from home ini.

“Saya juga memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan yang disebut dengan work from home. Dua-duanya (Dinas Pendidikan dan Disnaker) sudah mengeluarkan surat edaran,”

tuturnya.


Halaman:

Komentar