Setelah dari puncak, jenazah akan dibawa ke Posko SAR Tompobulu sebelum akhirnya diteruskan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar untuk proses identifikasi.
Sayangnya, identifikasi awal akan sangat sulit dilakukan. Kondisi jenazah sudah membengkak setelah enam hari terpapar cuaca di gunung.
“Kondisi jenazah sudah membengkak, sudah enam hari dan sulit dikenali,” ucapnya dengan nada berat.
Semua rencana evakuasi ini masih sangat bergantung pada cuaca. Jika langit cerah, helikopter akan diterbangkan dari Posko Tompobulu untuk menjemput. Tapi kalau cuaca memburuk yang sering terjadi di ketinggian maka opsi jalur darat yang panjang dan berliku harus ditempuh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan jenazah akan tiba di posko. Semua pihak hanya bisa berharap dan menunggu.
“Mudah-mudahan cuaca membaik selama proses evakuasi,” harap Dody, mengakhiri penjelasannya.
Artikel Terkait
Once Mekel Dorong Keseimbangan Hak Cipta dan Akses Publik dalam Revisi UU
Batu Karst Pundo Siping, Kejutan Alam Fotogenik di Tengah Lahan Kering Jeneponto
Komisi VIII DPR Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan, Arab Saudi Belum Beri Penjelasan Resmi
Remaja Makassar Gelar Patroli Sahur dengan Kostum Pengantin Adat