Negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat, yang dimediasi Oman, akhirnya dimulai. Kabar terbaru, Teheran menyebut putaran pembicaraan ini sebagai sebuah "awal yang baik". Kedua belah pihak sepakat untuk terus bernegosiasi, meski Iran punya catatan penting: mereka berharap Washington bisa menahan diri dari segala bentuk ancaman dan tekanan. Tanpa itu, jalan dialog ke depan dipastikan bakal terhambat.
Latar belakang pertemuan ini memang cukup tegang. Sebelumnya, AS melontarkan sejumlah ancaman menyusul gelombang protes antipemerintah di Iran yang ditangani secara keras oleh aparat. Belum lagi, Washington baru saja mengerahkan kelompok kapal induknya ke kawasan Timur Tengah. Suasana seperti itu tentu saja menambah rumit dinamika diplomasi.
Namun begitu, pertemuan di Muscat, ibu kota Oman, Jumat lalu, ternyata menghasilkan atmosfer yang tak terduga. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi negaranya, mengaku cukup puas.
“Dalam suasana yang sangat positif, argumen-argumen kami disampaikan dan pandangan pihak lainnya dibagikan kepada kami,” ujar Araghchi dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi Akhiri Permusuhan
Layanan VIP Tokocrypto Tumbuh 93%, Kontribusi Lebih dari Separuh Volume Trading
Gen Z Beralih ke Soft Saving, Metode Menabung Fleksibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Polri Pastikan Lalu Lintas Terkendali Saat Puncak Arus Balik Lebaran