Gelombang 2,5 Meter Paksa Layanan Kapal ke Kepulauan Seribu Dihentikan

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06 WIB
Gelombang 2,5 Meter Paksa Layanan Kapal ke Kepulauan Seribu Dihentikan

Cuaca buruk mengancam perairan Kepulauan Seribu. Itulah alasan utama Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh layanan kapalnya pada tanggal 22 dan 23 Januari 2026 mendatang. Langkah ini diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan untuk benar-benar mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal di tengah prakiraan kondisi laut yang tidak bersahabat.

Melalui unggahan di Instagram resminya pada Kamis (22/1), pihak Dishub secara resmi menyampaikan pengumuman itu.

“Kegiatan pelayanan Kapal Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada waktu tersebut untuk sementara ditiadakan,”

Begitu bunyi pernyataan singkat mereka. Keputusan ini, menurut Dishub, berdasar pada informasi yang dikeluarkan oleh BMKG Kelas I Maritim Tanjung Priok. Potensi angin kencang dengan kecepatan 13 hingga 20 knot, ditambah tinggi gelombang yang bisa mencapai 2,5 meter, dinilai cukup berisiko untuk aktivitas pelayaran reguler.

Jadi, ini murni langkah antisipasi. Mereka tak mau mengambil risiko. Masyarakat yang berencana bepergian ke atau dari Kepulauan Seribu pada dua hari itu pun diimbau untuk menunda perjalanannya. Sebagai gantinya, Dishub meminta warga untuk rajin memantau perkembangan informasi terbaru lewat kanal media sosial mereka. Menunggu sampai kondisi benar-benar aman tentu jauh lebih bijak.

Memang, keputusan ini pasti mengganggu rencana perjalanan banyak orang. Namun begitu, keselamatan nyawa harus di atas segalanya. Dengan menghentikan operasi, setidaknya potensi kecelakaan di tengarai gelombang tinggi bisa dihindari. Semoga saja cuaca cepat membaik dan layanan bisa kembali normal setelah tanggal 23 nanti.

Komentar