Presiden AS Donald Trump akhirnya urung memberlakukan tarif 10% untuk sekutu Eropa yang mendukung Greenland. Keputusan ini muncul setelah ia berhasil meraih kesepakatan dengan Sekjen NATO, Mark Rutte. Jadi, tarif yang semula bakal berlaku mulai 1 Februari itu resmi dibatalkan.
Trump mengumumkan kabar ini lewat unggahan di akun Truth Social-nya. Gaya khasnya, langsung dan tanpa basa-basi.
“Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,”
Menurutnya, ia dan Rutte sudah berhasil merancang sebuah kerangka kerja sama. Kerangka itu tak cuma menyangkut Greenland, tapi juga mencakup kawasan Arktik secara lebih luas. Trump tampak optimis dengan hasil ini.
“Solusi ini, jika terwujud, akan sangat baik bagi Amerika Serikat dan seluruh negara NATO,”
Jadi, lewat sebuah postingan media sosial, ketegangan yang sempat mengemuka pun mereda setidaknya untuk sementara. Trump seolah ingin menunjukkan bahwa diplomasi langsungnya membuahkan hasil. Di sisi lain, langkah ini juga bisa dilihat sebagai upaya menjaga kohesi di tubuh NATO, di tengah berbagai tekanan geopolitik yang terus bermunculan. Kita lihat saja nanti kelanjutannya.
Artikel Terkait
Suriah di Tangan Al-Sharaa: Saatnya Beralih dari Medan Perang ke Meja Konstitusi
Bibit Siklon Tropis 91S Mengancam, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
Setelah 17 Tahun, Marshanda Akhirnya Menangis dan Mengaku: Saya Merasa Paling Sial
Prabowo Siapkan Utang Rp700 Triliun: Rakyat yang Menanggung Beban Pajak