Trump Perluas Serangan ke Iran, Tuntut Penyerahan Tanpa Syarat

- Minggu, 08 Maret 2026 | 12:50 WIB
Trump Perluas Serangan ke Iran, Tuntut Penyerahan Tanpa Syarat

Ledakan kembali mengguncang kawasan penyimpanan minyak di Teheran. Menurut konfirmasi dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), serangan yang diduga dilancarkan Israel itu memicu kobaran api hebat di depo dan kilang minyak. Tidak lama berselang, balasan datang dari Iran: rudal-rudal mereka menghantam kilang minyak Haifa di Israel.

Eskalasi ini, rupanya, baru permulaan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengirim sinyal keras bahwa serangan ke Iran bakal ditingkatkan. Bukan cuma wilayah target yang diperluas, tapi juga menyasar individu-individu yang sebelumnya tak tersentuh. Apa tujuannya? Trump terang-terangan menyebut penyerahan tanpa syarat dari Iran.

"Jadi kondisinya adalah jika mereka menyerah atau jika tidak ada seorang pun yang menyerah karena mereka sudah dilumpuhkan sepenuhnya dalam hal kemampuan militer,"

Ucap Trump seperti dikutip Al Jazeera, Minggu lalu. Pernyataan itu sekaligus jadi penegasan nada konfrontasinya.

Di sisi lain, ada motif lain yang mencuat. Trump juga berniat menguasai cadangan minyak Iran. Dengan ambisi itu, dia berharap harga minyak global bisa segera ditekan. Logikanya sederhana: AS akan punya stok minyak sangat besar begitu Iran takluk.

Sejauh ini, serangan AS dan Israel masih mengandalkan kekuatan udara. Mereka memanfaatkan pangkalan militer dan kapal induk di laut, mengerahkan pesawat tempur untuk melumpuhkan angkatan udara serta titik peluncuran rudal dan drone Iran. Tapi bagaimana dengan kemungkinan invasi darat? Ditanya soal peluang menerjunkan marinir atau infantri, Trump ogah berkomentar. Dia anggap pertanyaan itu sendiri sudah tidak tepat.

Suasana di kawasan itu jelas makin panas. Setiap serangan dibalas, setiap ancaman dibalas dengan ancaman yang lebih keras. Dan untuk sekarang, belum terlihat ujung pangkalnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar