JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menunjuk dua pelaksana harian. Mereka bakal mengisi posisi direktur jenderal yang kosong di Kementerian Keuangan. Namanya Sudarto dan Ferry Ardianto.
Sudarto selama ini menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara. Ia ditunjuk sebagai Plh Dirjen Anggaran, menggantikan Luky Alfirman. Lalu ada Ferry Ardianto. Posisinya sebelumnya Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi. Kini ia jadi Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal, menggantikan Febrio Nathan Kacaribu. Keduanya mulai aktif sejak 21 April 2026.
“Pak Darto PhD. Dia lama di (bagian) anggaran. Pak Ferry itu di Jepang ambil gelar Master-nya, Doktor-nya di Colorado Economics. Jadi itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan. Emang saatnya dinaikkan. Sudah cukup lama di sini (Kemenkeu),” kata Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Nah, soal isu miring tentang ketahanan fiskal yang belakangan ramai mulai dari sisa anggaran yang katanya cuma cukup beberapa waktu Purbaya yakin itu semua muncul dari internal Kemenkeu. Keputusan mencopot Febrio dan Luky, menurutnya, memang ada kaitannya. Meski begitu, bukan berarti semuanya soal itu.
“Iya dan tidak (terkait antara isu miring Kemenkeu dan pencopotan dua dirjen). Iya ada sedikit tapi tidak itu aja (penyebab pencopotan). Ada yang lain-lain,” ujarnya.
Dia lalu menambahkan, “Tapi yang jelas selalu ada berita dari sini, dari Kementerian Keuangan berita keluar. Yang pertama katanya uangnya cuma 3 minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal 120 (triliun).”
Di sisi lain, Purbaya juga mengaku dirinya diisukan punya keterbatasan dalam bahasa asing. Katanya, isu itu sengaja diumbar pihak tertentu dari dalam Kemenkeu. Lebih parah lagi, ia dituding bakal menghalangi arus investasi masuk ke Indonesia.
“Informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup nggak bisa bahasa Inggris dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal (Kemenkeu),” kata Purbaya.
Entah bagaimana kelanjutannya, yang jelas dua posisi dirjen itu kini sudah ada pengganti sementara. Tapi isu di dalam Kemenkeu sepertinya belum akan reda begitu saja.
Artikel Terkait
Bank Jago Cetak Laba Rp86 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 42 Persen
Komite Wasit PSSI: Sportivitas Harga Mati Usai Kericuhan Laga EPA U-20 Bhayangkara vs Dewa United
Target Renovasi 152 Rumah Kumuh di Menteng Tenggulun Ditargetkan Rampung Juni 2026
Pemprov DKI Resmi Luncurkan Sekolah Swasta Gratis, 103 Sekolah Siap Terima Dana Mulai Juli 2026