Laporan kinerja Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi untuk 2025 menyoroti satu nama: Anwar Usman. Hakim Konstitusi ini tercatat sebagai yang paling sering absen dalam berbagai agenda, baik sidang maupun rapat. Angkanya cukup mencolok, dan tentu saja hal itu memantik pertanyaan.
Namun begitu, Anwar punya penjelasan. Di hadapan wartawan di Kantor MK, Jakarta, Rabu (21/1) lalu, ia bercerita panjang lebar. Alasan utamanya adalah kondisi kesehatan yang sempat drop di tahun 2025 itu. Ia sampai harus dirawat inap.
"Saya pikir sudah hilang sudah saya," ujar Anwar, menggambarkan momen kritisnya.
"Dari pagi sampai siang, kebetulan nyonya, tahunya saya ada di kamar, tahu-tahu saya sudah tergeletak di lantai. Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada kata lain harus diopname. Itu ceritanya."
Menurutnya, sang istri yang menemukannya tergeletak dan segera membawanya ke rumah sakit. Ia menegaskan, inilah penyebab utama ketidakhadirannya yang tercatat dalam laporan MKMK. Sebagai hakim senior, Anwar merasa perlu memberikan klarifikasi ini. Ia membangun narasi tentang dedikasi panjang, bukan tentang pengabaian.
Artikel Terkait
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI
Tiga Polisi Bengkalis Diciduk Saat Pesta Narkoba di Hotel
Jenazah Pertama Korban Jatuhnya Pesawat di Bulusaraung Akhirnya Teridentifikasi
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer