Memang, Abe sudah tidak lagi menjabat saat nyawanya diambil. Tapi pengaruhnya? Itu lain cerita. Di dalam Partai Demokrat Liberal (LDP), sosoknya masih sangat kuat. Kematiannya tiba-tiba meninggalkan kekosongan politik yang dalam, yang kemudian memicu pergantian pucuk pimpinan partai berkuasa itu secara berulang. Sebelum mengundurkan diri pada 2020 karena alasan kesehatan, Abe telah memimpin Jepang selama 3.188 hari sebuah rekor.
Di sisi lain, kasus ini seperti membuka kotak Pandora. Sorotan publik kembali mengarah pada hubungan erat antara LDP dan Gereja Unifikasi. Motif Yamagami, rupanya, berakar di sana.
Dia mengaku menyimpan dendam kesumat terhadap gereja itu. Penyebabnya, ibunya disebut menyumbangkan dana dalam jumlah sangat besar hingga menghancurkan kondisi keuangan keluarga. Yamagami merasa hancur. Dan dia menarget Abe karena mantan perdana menteri itu pernah mengirimkan pesan video ke sebuah acara kelompok yang berafiliasi dengan gereja tersebut. Itu cukup baginya untuk melampiaskan amarah.
Dengan vonis ini, tertutuplah salah satu babak paling kelam dan mengejutkan dalam sejarah modern Jepang. Sebuah tragedi yang tak hanya merenggut nyawa seorang negarawan, tetapi juga secara permanen mengubah lanskap politik Negeri Sakura. Semuanya berakhir di ruang pengadilan yang sunyi di Nara.
Artikel Terkait
Bayi Laki-laki dengan Tali Pusar Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Cengkareng
Didu Tantang Prabowo: Rebut Kedaulatan atau Negara Bubar
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pemicu Banjir Bandang Sumatera
Ibu Rumah Tangga Pekanbaru Terjerat Utang Ratusan Juta Diduga Dijerat Oknum Polisi