Misteri Abu Ubaidah: Analis Militer Beberkan Bukti yang Bikin Israel Gagal Move On

- Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Misteri Abu Ubaidah: Analis Militer Beberkan Bukti yang Bikin Israel Gagal Move On

Abu Ubaidah Masih Hidup? Analisis Pakar Militernya dan Keraguan atas Klaim Israel

Nidal Abu Zaid, seorang pakar urusan militer, menyatakan bahwa laporan mengenai cedera parah yang dialami juru bicara Brigade Qassam Hamas, Abu Ubaidah, mungkin akurat. Namun, ia menyatakan keraguan mendalam terhadap narasi resmi Israel yang mengklaim bahwa Abu Ubaidah tewas.

Keganjilan Intelijen: Tidak Ditemukannya Jenazah Abu Ubaidah

Dalam analisisnya yang disampaikan di program Nabd Al Balad Roya, Abu Zaid mengungkap indikator kunci yang meragukan klaim Israel. Poin paling mencolok adalah tidak adanya pengumuman resmi dari badan intelijen Shin Bet mengenai penemuan jenazah Abu Ubaidah. Kelalaian ini dinilai tidak biasa dan menyimpang dari prosedur standar operasi intelijen Israel yang biasanya presisi.

Berdasarkan analisis ini, Nidal Abu Zaid berpendapat, Laporan tersebut mungkin akurat karena Abu Ubaidah menderita luka parah tetapi tidak tewas. Tidak ditemukannya jenazah dianggap sebagai indikator signifikan yang memperkuat kemungkinan bahwa juru bicara Al-Qassam itu selamat.

Pukulan Intelijen Beruntun bagi Israel

Abu Zaid lebih lanjut menegaskan bahwa jika Abu Ubaidah benar-benar selamat dari upaya pembunuhan tersebut, ini akan menjadi pukulan kedua bagi Israel dalam waktu 24 jam. Kejadian ini menyoroti rangkaian kegagalan intelijen Israel dan di saat yang sama menegaskan kemampuan perlawanan untuk bermanuver dan menjaga kerahasiaan tokoh-tokoh kuncinya di tengah operasi militer yang intensif.

Ketahanan Perlawanan Melampaui Satu Tokoh

Meski mengakui pentingnya figur simbolis seperti Abu Ubaidah, pakar militer ini menekankan bahwa kekuatan perlawanan tidak bergantung pada satu individu saja. Perlawanan tidak terbatas pada satu individu, bukan Abu Ubaidah, bukan Al-Dhief, bahkan Sinwar, ujarnya. Kemampuan operasional yang bertahan selama 736 hari perang Gaza, dengan atau tanpa pemimpin simbolis, membuktikan kekuatan gerakan ini terletak pada strategi, organisasi, dan ketahanan taktis yang solid.

Klaim Media Sosial: Abu Ubaidah Dilaporkan Selamat dan Masih Bertugas

Di platform media sosial X, kabar bahwa Abu Ubaidah selamat semakin kuat. Sebuah unggahan dari akun @Cosmos_politic mengklaim memiliki informasi dari sumber terpercaya di Gaza yang mengonfirmasi bahwa Abu Ubaidah masih hidup meski menderita luka serius di tangan dan bagian kiri tubuhnya.

Menurut unggahan tersebut, Brigade Al-Qassam dikabarkan melakukan kampanye penipuan intelijen yang canggih untuk menyesatkan Israel, termasuk dengan sengaja membocorkan informasi kematiannya di saluran media tertentu. Taktik ini disebut sebagai langkah terencana untuk melindungi proses evakuasi dan perawatan Abu Ubaidah serta mencegah serangan berulang dari Israel.

Sumber yang sama juga menyatakan bahwa meski belum sepenuhnya pulih, Abu Ubaidah dikabarkan masih mengawasi urusan militer dan media dari lokasi rahasia di Gaza. Kejadian ini dianggap memiliki kemiripan dengan upaya pembunuhan terhadap Mohammed Deif pada 2014, di mana komandan tinggi Al-Qassam itu juga berhasil selamat dari serangan yang ditargetkan.

Sumber artikel asli: https://en.royanews.tv/news/64130

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler