Hujan deras mengguyur Tabanan sepanjang Rabu dini hari. Tak disangka, luapan dari Sungai Subak Jemanik berubah menjadi bencana. Di Banjar Kuwum Ancak, sebuah rumah ambruk tak tertahankan, tertimpa senderan pondasi yang roboh diterjang air bah.
Akibatnya, dua orang hilang terbawa arus yang ganas: seorang ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (29 tahun) dan putri kecilnya, Audrey Natania Banafanu, yang baru berusia satu setengah tahun.
Koordinator Lapangan Basarnas Denpasar, Dudy Librana, mengonfirmasi situasi yang memilukan ini.
"Hingga siang ini keduanya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR gabungan," ujarnya.
Menurut sejumlah saksi, bencana berlangsung cepat dan mencekam. Senderan yang roboh itu membuat air bah langsung menghantam bagian belakang rumah tanpa ampun. Seketika, struktur rumah itu runtuh dan hanyut begitu saja, terseret arus yang keruh.
Pencarian kini dilakukan secara intensif. Seluruh unsur gabungan turun tangan dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, hingga PMI dan relawan warga. Mereka menyisir aliran sungai, berharap menemukan titik terang.
Suasana di lokasi tegang, namun penuh semangat gotong royong. Setiap jengkal aliran sungai diperiksa dengan cermat. Harapan untuk menemukan Yuliana dan Audrey masih menyala, meski waktu terus berlari.
Artikel Terkait
Remaja 16 Tahun Gantikan Almarhumah Ibu Berangkat Haji dari Makassar
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan, Pelaku dan Komplotan Ditangkap di Jombang
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Kini Merenggang