Bayangkan saja, mereka harus bekerja di lembah curam dengan tebing-tebing terjal. Jarak pandang pun sangat terbatas, dipenuhi kabut dan hujan yang tak kunjung reda. Evakuasi dilakukan selangkah demi selangkah, dengan kehati-hatian penuh.
“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat,” sambung Arif, menggambarkan kompleksitasnya. “Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus.”
Hujan deras pun tidak menghentikan langkah mereka. Akhirnya, setelah perjuangan berat, jenazah korban berhasil dibawa turun dan tiba di Posko AJU di Kantor Desa Tompo Bulu pada malam hari.
“Jenazah kami serahkan ke tim DVI dan kemungkinan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi,” katanya.
Operasi besar-besaran ini melibatkan tidak main-main: 1.075 personel dari berbagai lini. Basarnas, TNI, Polri, relawan, komunitas pecinta alam, sampai tenaga medis, semua bahu-membahu. Mereka juga didukung penuh dengan helikopter, pesawat intai, dan drone thermal untuk memetakan medan pencarian.
Di akhir penjelasannya, Arif menyampaikan apresiasi. “Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan,” tandasnya. “Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.”
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Jusuf Kalla Desak Indonesia Berpihak pada Negara Islam dalam Konflik Global
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram