KPK Hadang Islah Bahrawi: Bola Liar Langsung Dibuang
Suaranya baru saja menggema di podcast Akbar Faizal Uncensored. Islah Bahrawi, atau yang akrab disapa Cak Islah, dengan lantang menduga keterlibatan Jokowi dalam kasus kuota haji. Tanggapannya? Cepat sekali. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, seolah langsung membantah narasi itu. Ia menegaskan bahwa kasus yang telah menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas itu tak menyentuh sosok mantan presiden tersebut.
Menariknya, bukan cuma Cak Islah yang bersuara. Gus Yaqut sendiri belakangan angkat bicara di sebuah podcast. Ia berusaha menjelaskan posisinya. Menurutnya, dirinya bahkan tidak hadir saat Pemerintah Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji ke Indonesia. Saat momen krusial itu, yang mendampingi Jokowi justru Erick Thohir, Dino Ariotedjo, Pratikno, dan Pramono Anung.
"Kalau saya berada di situ, maka saya akan menolak tambahan kuota haji yang 20 ribu itu," ujar Gus Yaqut.
Alasannya sederhana: pengelolaan. Tambahan 8 ribu kuota sebelumnya saja sudah sulit. Apalagi 20 ribu. "Tempatnya sudah tak ada. Tingkat jamaah yang meninggal bertambah," katanya. Intinya, ia klaim tak punya kepentingan atas kuota tambahan sebesar itu.
Artikel Terkait
Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan di Pesantren dan Bayang-bayang Keracunan
Kepala Desa Sragen Mandi di Kubangan Jalan Rusak, Aksi Spontan yang Jadi Protes
Tim SAR Taklukkan Tebing dan Kabut, Evakuasi Korban Kedua dari Reruntuhan Pesawat
Ingatan Mei 1998 Diuji di Meja Hijau, Menteri Digugat Atas Penyangkalan