Kisah Dedy Aryanto: Bertahan di Tengah Sepinya Peminat Isi Ulang Gas

- Selasa, 20 Januari 2026 | 15:36 WIB
Kisah Dedy Aryanto: Bertahan di Tengah Sepinya Peminat Isi Ulang Gas

Omzetnya pun tak lagi seperti dulu. Dedy bercerita, penurunan drastis mulai terasa sejak harga tabung gas 12 kilogram melambung tinggi. Itulah sebabnya ia kini juga menyediakan tabung ukuran 3 kilogram.

"Semenjak gas 12 kilo mahal, omzet ya turun," keluhnya.

Dulu, dalam sehari ia bisa mengisi sampai 80 kaleng. Sekarang? Paling banter cuma 20 kaleng. Tarifnya Rp 9.000 per isi. Ia menjelaskan, satu tabung gas melon penuh biasanya cukup untuk sembilan kaleng. Tapi kalau ada kebocoran, ya cuma bisa untuk tiga atau empat kaleng saja.

Soal teknik, menurut Dedy sebenarnya tidak ada yang istimewa. Proses mengisi kaleng gas itu bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi ya itu, risikonya ada.

"Pertama, baunya menyengat. Kedua, kalau kelewat penuh, kalengnya bisa rusak atau malah bocor," jelasnya.

Meski begitu, Dedy tetap berikhtiar. Setiap hari, dari pukul 10 pagi sampai 7 malam, ia setia membuka lapak. "Buka sampai jam 7 malam," pungkasnya, menatap jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar