Namun begitu, cerita sebenarnya ternyata lebih rumit. Polisi menduga korban menjadi sasaran pengeroyokan sebelum akhirnya ditemukan tewas. Yang menarik, lokasi kejadian pengeroyokan itu berbeda dengan tempat jenazah JF ditemukan.
Dugaan sementara, peristiwa pembacokan ini melibatkan lebih dari lima orang pelaku. Saat itu, JF yang sedang mengendarai motornya dikeroyok dan kemudian ditusuk dengan senjata tajam. Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berusaha menyelamatkan diri.
Dia kabur dengan mengendarai motornya, sebuah motor dengan plat L 5506 DAM. Usahanya berakhir tragis di depan sebuah warkop bernama "coffee black" di Jalan Wonokusumo Jaya. Di sana, ia tergeletak dan tak lagi bernyawa.
Pencarian para pelaku masih terus digencarkan. Masyarakat setempat pun masih dihantui kejadian brutal yang merenggut nyawa seorang pria di tengah jalan itu.
Artikel Terkait
Mahfud MD Pertanyakan Efektivitas dan Dorong Evaluasi Keterlibatan Indonesia di Board of Peace
Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga Dukungan untuk KPK Usai Bupati Ditahan
Amran: Swasembada Beras Tercapai dalam Setahun, Dukung Ribuan Warga Sulsel Buka Puasa
DPR Desak Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Kesiapan Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026