Suara ledakan keras tiba-tiba memecah kesibukan di kawasan Shahr-e-Naw, Kabul, pada hari Senin. Sumber kekacauan itu adalah sebuah restoran mi China. Akibatnya, tujuh orang meninggal dunia dan lebih dari selusin lainnya mengalami luka-luka.
Tak lama setelah kejadian, suasana di lokasi langsung berubah riuh. Mobil polisi dan ambulans berdatangan, berusaha menembus kepanikan yang melanda warga sekitar. Area itu, yang biasanya ramai dengan aktivitas, berubah menjadi tempat penyelidikan yang suram.
Juru Bicara Kepolisian Kabul, Khalid Zadran, memberikan konfirmasi awal mengenai korban.
"Korban jiwa termasuk seorang muslim China bernama Ayub, dan enam warga Afghanistan. Ledakannya sendiri terjadi di area dekat dapur restoran," jelas Zadran.
Penyelidikan pun segera dimulai. Namun begitu, belum lama polisi bekerja, klaim tanggung jawab sudah muncul. Kelompok bersenjata ISIS, melalui salurannya, menyatakan diri sebagai pelaku di balik serangan ini.
Klaim itu diamini oleh laporan dari SITE Intelligence, sebuah lembaga pemantau aktivitas teroris. Menurut analisis awal mereka, target serangan ini memang sengaja diarahkan kepada warga negara China.
Artikel Terkait
Prabowo dan Starmer Wujudkan Kemitraan Strategis di London
Kuliah Dibilang Scam, Benarkah Menurut Kacamata Islam?
Wali Kota Madiun Diperiksa KPK, Ratusan Juta Disita dari OTT
Prabowo dan London: Kisah Rumah Kedua yang Menjadi Diplomasi