Dalam pernyataannya, ISIS menyebut alasan di balik target tersebut.
"ISIS-Afghanistan telah menempatkan warga negara China sebagai target, terutama karena mereka telah melakukan tindakan kriminal, yakni menindas umat Muslim Uyghur," bunyi pernyataan kelompok itu.
Di sisi lain, konfirmasi jumlah korban juga datang dari pihak medis di lapangan. Organisasi nirlaba asal Italia, EMERGENCY, yang mengelola rumah sakit tak jauh dari lokasi, turut merawat korban.
Dejan Panic, direktur mereka di Afghanistan, menggambarkan situasi yang memilukan.
"Tujuh orang tiba dalam keadaan tewas. Lalu, ada 13 lainnya yang memerlukan penanganan bedah segera. Di antara mereka, kami menangani empat perempuan dan seorang anak," ujar Panic.
Saat ini, udara di Kabul masih terasa berat. Investigasi terus berlanjut, sementara duka telah menyelimuti keluarga para korban.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama
Lamine Yamal Pecah Kebuntuan, Bawa Barcelona Menang Tipis di Markas Bilbao
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA
FC Groningen Kalahkan Ajax Amsterdam 3-1 dalam Kejutan Eredivisie