Selama setahun terakhir, penampakan buaya itu jadi semacam rutinitas yang mencemaskan. Ukurannya yang kian membesar tentu saja menambah rasa was-was, mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan area sekolah. Kekhawatiran itu akhirnya mendorong pihak sekolah untuk mengambil langkah.
"Kami sudah menghubungi Damkar untuk melaporkan hal ini. Soalnya, kondisinya sudah mengkhawatirkan," tutur Nurbaiti.
Kebiasaan buaya ini ternyata cukup teratur. Ia sering muncul menjemur diri di atas jam sebelas siang. Namun begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan evakuasi dari petugas terkait.
Ada satu ketakutan lain yang mengganjal. "Setiap muncul, kita nggak pernah bisa pastikan apakah itu buaya yang sama atau berbeda. Jangan-jangan jumlahnya banyak," pungkas Nurbaiti dengan nada khawatir.
Artikel Terkait
Detak Hati di Lereng Bulusaraung: Saat Tim SAR Menemukan Korban Kedua di Dahan Pohon
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga
Wali Kota Madiun Tiba di KPK Usai OTT, Diduga Terkait Fee Proyek dan CSR
Wali Kota Madiun Diamankan KPK, Tegaskan Komitmen Membangun di Depan Wartawan