Di kompleks Parlemen, Senayan, suasana Selasa siang itu cukup ramai. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menjumpai awak media. Pertanyaan yang dilontarkan tak jauh dari wacana panas belakangan ini: dukungan Presiden Jokowi agar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bisa memimpin dua periode.
Ibas tak langsung menjawab. “Nanti, nanti,” ujarnya sambil menahan senyum. “Itu harus ditanya ke partai nanti ya.”
Jawabannya singkat, tapi penuh makna. Saat ditekan lagi, apakah partainya memang belum ambil sikap, politikus yang juga Wakil Ketua MPR ini lantas memperjelas arah. Fokus Demokrat saat ini, tegasnya, adalah mengawal pemerintahan yang sedang berjalan. Titik. “Ya kita mengawal Presiden Prabowo bisa menjalankan tugas-tugasnya dengan sebaik-baiknya,” kata Ibas.
Menurutnya, tugas utama sekarang adalah memastikan pemerintah bisa kerja dengan optimal, menjawab tantangan bangsa, dan melanjutkan pembangunan yang berkeadilan.
“Dan memastikan kesejahteraan rakyat benar-benar dapat dirasakan,” sambungnya, “tentunya juga menciptakan kedamaian dan keamanan untuk seluruh elemen bangsa.”
Jadi, untuk urusan wacana dua periode? Itu urusan nanti. Ibas menegaskan, pihaknya akan mendukung penuh setiap kebijakan positif dari pemerintah. Tapi untuk saat ini, tahun 2026, energi partai lebih baik dicurahkan untuk hal-hal yang konkret dan sedang berlangsung. “InsyaAllah kita kawal semua yang positif untuk kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Di sisi lain, wacana dua periode ini memang bukan muncul tiba-tiba. Jokowi sendiri sudah beberapa kali menyiratkan dukungannya. Pernyataan paling gamblang datang saat dia memberi arahan kepada relawan Bara JP beberapa waktu lalu. “Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu,” kata Jokowi seperti dilaporkan, merujuk pada dukungan untuk Prabowo-Gibran dua periode.
Bahkan, pertemuan informal antara Jokowi dan Prabowo pun sempat terjadi. Mereka berbincang saat menjadi saksi nikah sekretaris pribadi Prabowo. Ketika ditanya apakah ada pembicaraan khusus, Jokowi hanya berkelakar. “Loh, namanya pembicaraan khusus, masa disampaikan,” ucapnya. “Ya, khusus juga untuk kita, dan untuk saya dan Pak Prabowo.”
Pertemuan itu, ditambah pernyataan-pernyataan sebelumnya, jelas memberi sinyal politik yang kuat. Namun bagi Partai Demokrat, setidaknya untuk saat ini, sinyal itu belum perlu ditanggapi dengan sikap resmi. Mereka memilih jalan lain: fokus mengawal, sambil menunggu waktu yang tepat.
Artikel Terkait
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja Hasil Pendidikan Integratif di Magelang
KPK Kembangkan Kasus Pemerasan di Imigrasi Bali, Dua Kantor Imigrasi Diduga Jadi Lokasi Pungli
Puluhan Ribu Orang Hilang Usai Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, PBB Peringatkan Lonjakan Korban Jiwa
Kemenperkuat Produk Halal di Desa Wisata demi Target Destinasi Ramah Muslim Terbaik Dunia