Target 76 Tahun: Menkes Canangkan Peningkatan Usia Harapan Hidup dan Kualitas Lansia

- Senin, 19 Januari 2026 | 18:42 WIB
Target 76 Tahun: Menkes Canangkan Peningkatan Usia Harapan Hidup dan Kualitas Lansia

Di ruang rapat Komisi IX DPR, Senayan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan target yang cukup ambisius. Pemerintah ingin mendongkrak usia harapan hidup orang Indonesia. Dari angka 72 tahun saat ini, mereka mengejar target 76 tahun.

Target itu bukan sekadar wacana. Ia sudah tercantum dalam Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) yang konon sudah siap. Sekarang, dokumen itu tinggal menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Targetnya sederhana saja, kalau disederhanakan,” ujar Budi pada Senin (19/1) lalu.

“Kita ingin menaikkan rata-rata usia hidup Indonesia dari 72 ke 76.”

Namun begitu, angka panjang umur saja tak cukup. Pemerintah juga punya fokus lain yang tak kalah penting: meningkatkan usia hidup sehat. Saat ini, rata-rata orang Indonesia menikmati hidup sehat sampai sekitar usia 60 tahun. Targetnya, angka itu bisa naik menjadi 65 tahun.

“Jadi, rata-rata usia sampai wafat naik ke 76. Tapi hidup sehatnya diharapkan naik dari 60 ke 65,” jelasnya.

Maksudnya jelas. Budi ingin para lansia tidak sekadar berumur panjang, tapi tetap berkualitas. Masih bisa aktif dan produktif, bukan hanya menunggu waktu.

“Orang-orang seperti saya, yang sudah di atas 60, bukan cuma tinggal menunggu saatnya saja. Kita harus hidup sehat terus,” tutur Budi dengan nada santai.

“Masih bisa makan enak bareng teman-teman DPR, masih bisa naik sepeda. Hobinya kan naik sepeda, atau aktivitas lain. Intinya supaya kita tetap sehat.”

Lalu, bagaimana cara mencapainya? Strateginya berpusat pada penguatan layanan kesehatan dasar. Pencegahan jadi kunci. Logikanya, kalau masyarakat bisa dijaga agar tetap sehat sejak awal, beban rumah sakit akan berkurang. Dan yang paling penting, produktivitas masyarakat bisa tetap terjaga.

“Fokus kita tetap pada layanan primer,” tegas Budi.

“Kalau kita bisa mencegah orang Indonesia tetap sehat, tekanan ke rumah sakit berkurang. Masyarakat juga jadi lebih produktif.”

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar