Video Viral Pungli, Satpol PP Surabaya Proses Sanksi Berat untuk Oknum Petugas

- Senin, 15 Desember 2025 | 08:30 WIB
Video Viral Pungli, Satpol PP Surabaya Proses Sanksi Berat untuk Oknum Petugas

Sebuah video yang tiba-tiba viral di media sosial memaksa Satpol PP Kota Surabaya bertindak cepat. Rekaman itu, yang memperlihatkan seorang anggotanya menerima sesuatu dari pedagang kaki lima di Jalan Kenjeran, langsung memantik kemarahan publik. Tak tanggung-tanggung, sanksi berat kini sedang diproses untuk oknum tersebut.

Dalam video yang beredar luas itu, terlihat jelas seorang petugas mendatangi lapak seorang pedagang. Interaksi singkat terjadi, dan pedagang itu pun menyerahkan sejumlah uang kepada petugas yang sedang bertugas itu. Adegan itu, meski direkam dari kejauhan, cukup jelas menggambarkan sebuah praktik pungutan liar atau pungli.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, langsung angkat bicara menanggapi hal ini pada Senin (15/12).

"Kami ambil tindakan tegas seberat-beratnya, saat ini kami proses. Dan juga sedang berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)," ujarnya.

Menurut Zaini, dari pemeriksaan awal, kejadian dalam video itu ternyata bukan hal baru. Oknum anggota mengaku peristiwa itu terjadi antara Juli hingga Oktober tahun lalu. Tapi baginya, itu sama sekali bukan pembenaran.

"Memang sesuai keterangan itu video lama," katanya, "tapi kami tidak membenarkan walaupun itu video lama atau baru. Pungli tetaplah pungli, itu pelanggaran berat."

Nada suaranya tegas. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak ragu-ragu memberhentikan anggota yang kedapatan melakukan hal serupa di masa depan. "Tidak ada kompromi untuk perilaku yang merugikan masyarakat," tegas Zaini.

Di sisi lain, kasus ini diakuinya menjadi tamparan keras sekaligus pelajaran berharga bagi seluruh jajaran Satpol PP Surabaya. "Pembelajaran bagi kami dan seluruh anggota Satpol PP yang lain, untuk tidak melakukan hal yang sama," lanjutnya.

Untuk mencegah terulangnya kejadian memalukan ini, Zaini menyebut pengawasan internal akan diperketat. Rencananya, monitoring dan evaluasi kinerja anggota akan dilakukan lebih rutin dan intensif. Tujuannya jelas: memastikan setiap petugas bekerja sesuai koridor aturan yang berlaku.

Di akhir pernyataannya, Zaini justru menyampaikan terima kasih kepada masyarakat. Baginya, laporan dari warga, termasuk melalui viralnya video tersebut, adalah bentuk partisipasi publik yang sangat dibutuhkan.

"Saya ucapkan terima kasih. Dengan adanya video tersebut masyarakat turut membantu memberantas pungli," pungkasnya. "Saya berharap kejadian ini tidak terulang dan menjadi peringatan bagi yang lain."

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar