Nomor Surya Saputra Dicatut, Dihantui Tagihan Pinjol yang Bukan Miliknya

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:15 WIB
Nomor Surya Saputra Dicatut, Dihantui Tagihan Pinjol yang Bukan Miliknya
Profil Surya Saputra

Surya Saputra dan Pengalaman Pahit Dicatut untuk Pinjol

Teleponnya berdering. Di seberang sana, suara tak dikenal langsung memarahinya, menagih utang yang bukan miliknya. Begitulah awal mula aktor Surya Saputra berurusan dengan debt collector, sebuah kisah yang bermula dari pertukaran nomor yang tampaknya biasa saja.

Menurut pengakuannya, semua ini terjadi karena nomor ponselnya dicatut. Seseorang yang baru sekali dia temui, tiba-tiba menjadikan kontaknya sebagai jaminan di aplikasi pinjaman online.

"Ditelepon sama orang enggak dikenal, terus dimarah-marahin, 'Suruh bayar tuh si ini!'" ujar Surya, menirukan percakapan itu.

"Hah? Jadi saya sampai bilang, 'Maaf, Anda salah orang. Saya bukan orang yang bersangkutan. Itu orang lain. Silakan (tagih) orangnya aja'," lanjutnya.

Debt collector itu tak mudah percaya. Mereka bersikeras, "Ya tapi dia bilang ini (nomor Bapak)". Surya pun hanya bisa menjawab singkat, "Bukan urusan saya".

Ia merasa kesal, tentu saja. Bayangkan, orang yang baru sekali ketemu, sekadar tukar nomor, ternyata punya niat terselubung. "Dia taruh nomor telepon saya untuk menjadi jaminannya mereka. Itu kan kurang ajar," jelas Surya. Pengalaman buruk itu justru memberinya pelajaran berharga tentang mudahnya kepercayaan disalahgunakan.

Menariknya, insiden pribadi ini malah menjadi bahan risetnya untuk sebuah peran. Surya baru-baru ini membintangi film "Menang Untuk Kalah", di mana ia memerankan Bima, seorang kepala keluarga yang hancur karena judi dan pinjol online.

Bukan cuma pengalaman pribadinya yang jadi referensi. Ia juga mengamati orang-orang di sekitarnya. Beberapa rekan kerjanya pernah terjerat dalam lingkaran yang sama. Perubahan drastis mereka sangat terlihat.

"Kelihatan banget kehancuran mereka, terpuruknya mereka. Pada saat dulu yang saya kenal enggak begini, tiba-tiba jadi down," tuturnya.

Harapannya lewat film itu sederhana: agar masyarakat waspada. "Pinjol, judi online, itu bukan solusi. Itu jeratannya di situ. In the end of the day akan kalah," pungkas Surya tegas.

Di luar perannya di layar, siapa sebenarnya Surya Saputra? Pria kelahiran Jakarta, 5 Juli 1975 ini adalah putra dari Eddy Suherman dan Linda Lolita Husein. Karier entertainnya dimulai dari dunia tarik suara, tepatnya sebagai anggota grup Cool Colors di tahun 1995.

Dunia akting ia tekuni sejak 1981 lewat film "Sejuta Serat Sutra". Namun namanya benar-benar melejit setelah memerankan Nino di film kultus "Arisan!". Aktingnya keren waktu itu, sampai-sampai ia menyabet Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2004.

Soal kehidupan pribadi, Surya telah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Dewi Sandra berlangsung dari tahun 2000 hingga 2005. Kemudian, pada 8 Juni 2008, ia mengikat janji dengan penyanyi Cynthia Lamusu.

Dari pernikahan kedua ini, mereka dikaruniai anak kembar: Ataya Tatjana Aisyah Putri dan Atharva Bimasena Saputra, yang lahir pada 21 November 2016. Keluarga kecil inilah yang kini menjadi pusat dunianya, jauh dari ingar-bingar telepon debt collector yang pernah menerornya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar