“[Acara ini juga untuk] menciptakan solusi berkelanjutan bagi permasalahan bangsa untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” ungkap Arif.
Ia menambahkan, BRIN diharapkan bisa berfungsi sebagai pusat pengolahan riset yang mendukung program-program kementerian dan lembaga lain. Dengan begitu, kebijakan yang lahir nantinya benar-benar berbasis sains dan menjawab persoalan riil di lapangan.
Pada akhirnya, harapannya sederhana tapi ambisius. Melalui penguatan sinergi antara Kemendagri, IPDN, dan BRIN, kebijakan pemerintah daerah ke depan diharapkan jadi lebih adaptif. Lebih berbasis data, dan benar-benar berorientasi pada inovasi. Semua itu demi satu tujuan: tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Kegiatan ini sendiri dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Hadir antara lain Menko PMK Pratikno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Turut hadir pula Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Artikel Terkait
Gus Ipul Dorong Seleksi Terbuka untuk Sekolah Rakyat Jelang Ajaran Baru
Lurah dan Kepala Desa Diberi Wewenang Selesaikan Kasus Pidana Ringan
Lelah Terbayar, Prajurit Zeni Saksikan Warga Aceh Kembali Melintas
Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2026