Kekayaan Rp27,89 Miliar Dahnil Anzar dan Polemik Naik KRL

- Senin, 19 Januari 2026 | 14:25 WIB
Kekayaan Rp27,89 Miliar Dahnil Anzar dan Polemik Naik KRL

Foto Dahnil Anzar Simanjuntak naik KRL itu beredar cepat. Unggahan di akun Instagram pribadinya, @dahnil_anzar_simanjuntak, langsung jadi perbincangan hangat di linimasa. Sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah, aksinya memilih Commuter Line untuk berangkat kerja memang menarik perhatian.

Reaksi netizen? Terbelah, seperti biasa.

Banyak yang memuji. Mereka melihat ini sebagai sikap sederhana dan dekat dengan rakyat, terutama pengguna transportasi umum yang akrab dengan sesak dan panasnya KRL. Tapi, di sisi lain, suara sinis juga tak kalah keras. Bagi mereka, ini bukan kali pertama. Aksi serupa dianggap sudah jadi pola, bagian dari strategi pencitraan yang disengaja. "Lagi, lagi," begitu kira-kira komentar yang kerap muncul.

Perdebatan ini akhirnya mengalir ke arah lain: sebenarnya, seberapa kaya sih pejabat yang satu ini?

Nah, pertanyaan itu terjawab sudah. Sebagai penyelenggara negara, Dahnil wajib melaporkan kekayaannya ke KPK. Dan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dia sampaikan akhir Desember 2024, angka yang tercantum cukup mencengangkan. Totalnya mencapai Rp27,89 miliar.

Rinciannya, kalau dirunut, cukup lengkap. Dia memiliki lima bidang tanah dan bangunan, tersebar di Tangerang Selatan dan Medan, dengan total nilai sekitar Rp10,2 miliar. Yang lebih mencolok mungkin koleksi kendaraannya: ada tujuh unit.

Dari Toyota Alphard terbaru senilai Rp1,2 miliar, Land Cruiser, hingga BMW dan minibus. Juga ada beberapa motor, termasuk Vespa lawas tahun 1974. Semuanya diklaim sebagai hasil sendiri. Belum lagi aset bergerak lain dan kas yang tercatat fantastis, Rp13 miliar lebih.

"Data ini bersumber dari laporan resmi yang bisa diakses publik. Transparansi, katanya," begitu kira-kira komentar seorang pengamat.

Jadi, ada semacam ironi yang menarik di sini. Di satu sisi, ada gambar pejabat yang rela berdesak-desakan di KRL. Di sisi lain, ada portofolio kekayaan yang mencakup mobil-mobil mewah. Kontras inilah yang memicu diskusi tak berujung: mana yang citra, mana yang esensi?

Soal latar belakang, Dahnil bukanlah pendatang baru di panggung politik dan publik. Lahir di Langkat, Sumatera Utara, 10 April 1982, perjalanan pendidikannya cukup panjang: dari akuntansi, magister kebijakan publik di UI, hingga doktor ekonomi di Undip. Karirnya berawal dari dunia kampus sebagai dosen, sebelum kemudian terjun ke organisasi massa.

Namanya mencuat saat memimpin Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018. Lalu, dunia politik menyeretnya menjadi juru bicara Prabowo Subianto, baik saat masih di kubu oposisi maupun setelah Pak Prabowo menjabat Menhan. Jejak bisnisnya juga ada, lewar jaringan kedai kopi Begawan Kupie.

Kini, setelah dilantik sebagai Wamenhaj pada September 2025, aksi-aksinya tetap jadi sorotan. Entah naik KRL atau lainnya. Yang jelas, setiap geraknya, seperti yang terlihat belakangan ini, selalu punya dua sisi: pujian dan kritik. Dan keduanya sama-sama lantang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar