Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas kota, para pengemudi ojek daring kerap menghadapi risiko yang tak terlihat. Mulai dari ancaman begal hingga pencurian dengan kekerasan, mereka yang berjuang mencari nafkah di jalanan itu memang rentan. Nah, menyikapi hal ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini mengeluarkan instruksi khusus.
Ia meminta seluruh jajaran Kapolda di Indonesia untuk segera menyiapkan aplikasi panic button bagi mitra ojol. Instruksi ini disampaikan langsung oleh Sigit saat memimpin Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (8/3/2026).
"Dalam rangka melindungi ojek online yang potensial menjadi korban curas (begal), saya meminta Kapolda segera mempersiapkan aplikasi panic button," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Intinya, dengan fitur darurat itu, para driver bisa mengirim sinyal ke petugas terdekat dengan cepat kalau sedang terancam. Menurut Sigit, ini adalah bentuk komitmen Polri untuk menjaga keselamatan para "pejuang nafkah" di jalan.
"(Aplikasi ini) untuk melindungi dan menjaga rekan-rekan ojek online agar tidak menjadi korban kejahatan di jalanan," tegasnya.
Namun begitu, langkahnya tak cuma berhenti di sistem keamanan digital. Kapolri juga menggarisbawahi soal kesejahteraan. Ia memerintahkan jajarannya untuk menyediakan fasilitas penunjang di setiap wilayah.
Bayangkan saja, nantinya mungkin akan ada bengkel gratis atau kafe khusus tempat mereka bisa istirahat sejenak. Ide ini diharapkan bisa memperkuat kemitraan.
"Selain itu, saya juga minta di setiap wilayah dibangun tempat-tempat untuk membantu memberikan pelayanan seperti bengkel gratis, kafe ojek online, serta terus membangun kemitraan antara Polri dan ojek online di wilayah," jelas Listyo.
Di sisi lain, mantan Kabareskrim ini juga menyelipkan pesan yang lebih luas. Ia mengajak komunitas ojol dan buruh untuk tetap menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Tujuannya jelas: menciptakan situasi kamtibmas yang benar-benar kondusif untuk semua.
Langkah-langkah ini, jika terwujud, tentu bisa menjadi angin segar. Bukan cuma soal rasa aman, tapi juga pengakuan atas peran vital mereka dalam kehidupan urban kita sehari-hari.
Artikel Terkait
Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun di Awal 2026, Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Kebijakan Ekonomi Prabowo
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara, Dapat Upah Rp10 Juta Edarkan Sabu di Rutan Salemba
PLN Ungkap 13 Gardu Induk Bermasalah Sebabkan Mati Listrik di Jakarta, Pasokan Pulih Total
Wamendagri Bima Arya Tanggapi Usulan KPK: Kaderisasi Capres-Cawapres Sudah Disepakati, Tapi Tak Mudah