Jakarta, Ahad lalu. Suasana di Rakernas I Gerakan Rakyat terasa penuh gelora. Berbagai perwakilan daerah silih berganti menyampaikan target mereka, yang boleh dibilang cukup ambisius. Ini semua dalam rangka konsolidasi, menuju transformasi gerakan menjadi partai politik yang solid.
Jawa Barat, misalnya, tak tanggung-tanggung. Provinsi dengan penduduk lebih dari 50 juta jiwa ini menargetkan satu juta Kartu Tanda Anggota. Popularitasnya pun ditargetkan tembus 50 persen. Sebuah angka yang fantastis.
Ketua DPW Jawa Barat, dengan nada penuh keyakinan, bahkan melempar tantangan di forum tersebut.
"Jangan bermimpi untuk mengalahkan Jawa Barat! Kami belajar dari pemilu ke pemilu. Insya Allah Gerakan Rakyat dan Anis Baswedan di Jawa Barat akan menang," ujarnya.
Optimisme itu punya dasar. Mereka yakin elektabilitas di tanah Pasundan bisa mencapai 25 persen. Target yang, kalau tercapai, tentu sangat signifikan.
Di sisi lain, pendekatan yang berbeda datang dari Nusa Tenggara Barat. Mereka lebih mengandalkan data. Dengan mengacu pada perolehan suara Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang mencapai 850 ribu suara lebih, NTB menetapkan target bulat: satu juta suara untuk konsolidasi KTA mereka. Sebuah hitungan yang realistis, berdasarkan pijakan angka sebelumnya.
Daerah lain pun tak kalah bersemangat. Sumatera Barat, misalnya, mengejar 200 ribu KTA dalam kurun dua tahun. Target popularitasnya bahkan lebih tinggi, yakni 60 persen. Sementara Kalimantan Selatan menatap 500 ribu anggota dengan elektabilitas 51 persen. Aceh, dengan karakteristiknya, fokus pada pembentukan 100 ribu kader inti.
Lalu, bagaimana dengan Papua Tengah? Wilayah ini menetapkan target 20.000 KTA. Angka yang mungkin terlihat lebih kecil dibanding Jawa Barat, tapi tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan jumlah penduduk di sana.
Hingga awal tahun ini, catatan yang ada menunjukkan Gerakan Rakyat telah merekrut 20.000 anggota yang telah memiliki KTA. Baru-baru ini, tepatnya pada 18 Januari, mereka juga mengukuhkan 780 kader melalui Kelas Kader di Bekasi. Sebuah langkah awal sebelum mengejar target-target besar yang telah digaungkan.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Cuaca Makassar Cerah Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Siang hingga Malam
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi untuk Perpanjang SIM A dan C
PSM Makassar Terjun ke Peringkat 14, Alarm Bahaya Degradasi Berbunyi
21 April: Dari Hari Kartini Hingga Peristiwa Global dalam Lintasan Sejarah