Jakarta – Pertemuan penting kembali digelar di Jakarta. Kali ini, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, duduk bersama Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos. Inti pembicaraannya? Mengawal rencana kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) lewat skema government to government atau G2G.
Pertemuan yang berlangsung Senin lalu, 20 April 2026, ini sebenarnya bukan yang pertama. Ia merupakan lanjutan dari kunjungan Christina ke Yunani pada November 2025 silam. Waktu itu, pembicaraan awal sudah dilakukan dengan Wakil Menteri Migrasi dan Suaka Yunani, Sevi Voulodaki.
Nah, dalam pertemuan terbaru ini, Christina mendesak agar proses perumusan nota kesepahaman (MoU) bisa segera dimulai. Sektor hospitality jadi prioritas, tapi bukan satu-satunya. Beberapa sektor strategis lain juga masuk dalam radar.
"Kami mendorong agar proses pembahasan MoU G to G ini dapat segera dimulai," tegas Christina.
Ia juga meminta dukungan sang Duta Besar. "Kami meminta dukungan Bapak Duta Besar untuk menyampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait di Yunani," tambahnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Selasa, 21 April 2026.
Bagi Christina, langkah ini bukan sekadar urusan penempatan kerja biasa. Ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat diplomasi ketenagakerjaan. Tujuannya jelas: membuka akses pasar kerja global seluas-luasnya bagi SDM Indonesia.
Menurutnya, peluang di Yunani terbuka lebar. Kebutuhan tenaga kerja migran di sana cukup besar, terutama untuk sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan khusus.
Di sisi lain, Kementerian P2MI berkomitmen penuh. Mereka ingin memastikan setiap penempatan berjalan aman, legal, dan terstruktur. Perlindungan maksimal bagi pekerja menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.
"Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk yang konkret," ucap Christina. Ia membayangkan tenaga kerja Indonesia bisa berkarier di luar negeri secara legal dan profesional, dengan segala hak yang terjamin.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Yunani akhir November lalu, Christina tak hanya bertemu pejabat. Ia juga menjajaki langsung peluang dengan sejumlah agensi penempatan dan calon pengguna pekerja migran Indonesia. Upaya ini menunjukkan keseriusan Indonesia untuk membuka kerja sama yang lebih luas dan beragam.
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio | Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
GMS Bantul Tunda Ibadah, Tolak Tawaran Bupati Gunakan Pendopo karena Faktor Jarak
Menkeu Bantah Data Ekonomi Tak Sesuai Realitas, Tunjukkan Penerimaan Pajak Tumbuh 22,1 Persen
PBB Gandakan Dana Darurat untuk Lebanon Jadi Rp11,5 Triliun di Tengah Konflik Israel-Hizbullah
Satu Remaja Tewas, Satu Masih Hilang Terseret Ombak di Pantai Menganti Cilacap