Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan kegelisahannya. Pagi tadi, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi. Bahkan, bukan cuma sekali.
Menurut laporan dari Pos Pengamatan, ada tiga kali letusan yang tercatat. Rentetan erupsi ini terjadi dalam kurun waktu dua jam, dimulai sejak pukul setengah enam pagi hingga pukul tujuh tiga puluh WIB.
Meski aktivitasnya meningkat, statusnya belum berubah. Hingga berita ini diturunkan, Semeru masih bertahan di Level III atau status Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, memberikan rincian visual.
"Status masih siaga. Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ±1.000 meter di atas puncak," jelas Yadi melalui laporan tertulisnya.
Itu berarti kolom abu itu mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Dari kejauhan, gumpalan abu terlihat kelabu dan pekat, bergerak condong mengarah ke barat.
Di sisi lain, rekaman seismograf menangkap getarannya. Amplitudo maksimum gempa letusan tercatat 22 mm, dengan durasi yang cukup panjang, yakni 182 detik.
Menyikapi hal ini, otoritas setempat langsung mengambil langkah antisipasi. Imbauan tegas disampaikan kepada warga dan para wisatawan. Intinya, mereka diminta menjauhi area berbahaya.
Khususnya di sektor tenggara, sepanjang aliran Besuk Kobokan. Jarak yang dianjurkan untuk dihindari adalah sejauh 13 kilometer dari puncak. Aktivitas apa pun di zona itu sangat tidak disarankan, demi keselamatan bersama.
Artikel Terkait
KPK: Seperempat Kasus Korupsi Berasal dari Sektor Pengadaan Barang dan Jasa
Unggahan Media Sosial Pelaku Buka Kemungkinan Motif Lain di Balik Pembunuhan Nus Kei
Surat DPP PKS Usulkan Suhud Alynudin Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI
Beasiswa OSC 11 Tahun: 4.080 Penerima dan 2.300 Alumni Berkarya di Berbagai Sektor