PSM Makassar Terjun ke Peringkat 14, Alarm Bahaya Degradasi Berbunyi

- Selasa, 21 April 2026 | 07:00 WIB
PSM Makassar Terjun ke Peringkat 14, Alarm Bahaya Degradasi Berbunyi
Kondisi Terkini PSM Makassar

PSM Makassar dapat kabar buruk. Tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu kini tercecer di posisi 14 klasemen sementara Liga 1 2025/2026. Jelas, ini situasi yang bikin deg-degan.

Padahal sebelumnya mereka masih bertengger di peringkat 13. Namun begitu, hasil pertandingan terakhir yang kurang maksimal langsung membuat keadaan berubah. Poin penuh tak kunjung datang, sementara klub pesaing di sekitarnya malah berhasil meraih kemenangan. Akibatnya, posisi Juku Eja langsung tergeser. Cukup menyakitkan.

Peta Persaingan di Liga 1

Di puncak klasemen, Persib Bandung masih memimpin dengan nyaman. Dikejar ketat oleh Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta yang tak mau ketinggalan. Tapi ceritanya jadi lain kalau kita lihat ke papan bawah. Persaingan di sana jauh lebih panas dan tak kenal ampun.

PSM yang sekarang di peringkat 14, terjepit oleh tim-tim seperti Persijap Jepara dan Persis Solo. Keduanya belakangan ini menunjukkan performa yang cukup menggigit. Sementara zona merah degradasi masih ditempati Madura United, Semen Padang FC, dan PSBS Biak. Yang bikin makin tegang, selisih poin antar tim di wilayah ini sangat tipis. Pergeseran posisi bisa terjadi hanya dalam satu malam.

Alarm Bahaya Sudah Berbunyi

Ini jelas jadi alarm serius buat skuat asuhan Makassar. Coba bayangkan, jarak mereka ke zona merah cuma sekitar 2 sampai 4 poin. Artinya, satu kekalahan atau bahkan satu hasil imbang saja bisa langsung menyeret mereka ke jurang. Risikonya besar.

Di sisi lain, tim-tim di bawah seperti Madura United mulai menunjukkan tren positif. Mereka perlahan bangkit. Hal ini, mau tak mau, menambah tekanan yang harus ditanggung PSM di setiap laga. Faktor mental pemain pun diuji. Di kondisi seperti ini, konsistensi dan ketahanan mental adalah segalanya.

Masalah Klasik yang Tak Kunjung Usai

Kalau ditelisik, penyebab utama kemerosotan ini adalah performa yang plin-plan sepanjang musim. Terlalu banyak hasil imbang yang mereka petik, yang ujung-ujungnya menghambat perolehan poin.

Masalahnya ada di kedua ujung lapangan. Di lini depan, efektivitas penyelesaian peluang masih jauh dari kata tajam. Banyak kesempatan emas yang sayangnya berakhir sia-sia.

Sementara pertahanan juga kerap melakukan blunder yang berujung kebobolan. Kombinasi dua kelemahan fatal inilah yang bikin PSM sulit menang, bahkan saat menghadapi tim yang levelnya sepadan.

Masih Adakah Harapan?

Meski terlihat suram, peluang untuk bertahan sebenarnya masih terbuka. Dengan sisa pertandingan yang ada, PSM setidaknya butuh 2 atau 3 kemenangan untuk bisa sedikit menarik napas lega. Tapi jalan menuju ke sana tidak akan mudah.

Jadwal yang padat dan tekanan tinggi menuntut tim tampil lebih disiplin. Pelatih ditantang untuk segera menemukan formula yang pas, baik dari sisi taktik maupun komposisi pemain. Tak kalah penting, dukungan suporter di tribun. Di momen krusial begini, teriakan penyemangat dari Bobotoh bisa jadi suntikan energi yang tak ternilai harganya.

Intinya, turunnya PSM ke peringkat 14 ini bukan cuma sekadar angka. Ini adalah sinyal bahaya yang nyata. Setiap laga ke depan akan menentukan nasib mereka: bertahan di Liga 1, atau terperosok lebih dalam. Semua orang sekarang menunggu, apakah Juku Eja bisa bangkit dari keterpurukan ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar