IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata

- Senin, 19 Januari 2026 | 06:50 WIB
IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata

Soal wacana BUMN Tekstil baru, organisasi ini punya catatan khusus. Mereka menekankan, kejelasan peran dan tata kelola adalah kunci mutlak. BUMN itu, idealnya, harus berfungsi sebagai market maker dan integrator rantai nilai. Tujuannya memperkuat ekosistem industri, termasuk UMKM di dalamnya. Bukan malah jadi pesaing yang justru melemahkan pelaku usaha yang sudah bertahan selama ini.

“BUMN Tekstil harus menjadi penguat industri nasional, bukan pemain yang mematikan industri swasta dan UMKM,” lanjut Shobirin.

“Desain kelembagaannya harus jelas sejak awal.”

Di sisi lain, IKATSI juga menyoroti satu hal krusial: kompetensi teknis. Masalah revitalisasi TPT ini kompleks, menyangkut teknologi mesin, efisiensi energi, hingga integrasi rantai pasok yang ruwet. Karena itu, penanganannya harus tepat dan melibatkan orang-orang yang benar-benar paham seluk-beluk tekstil.

Sebagai wadah para ahli dan praktisi, IKATSI menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah. Mereka ingin memastikan kebijakan revitalisasi ini benar-benar tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi industri serta para pekerjanya.

“Momentum ini jangan sampai terlewat,” tutup Shobirin.

“Dengan tata kelola yang tepat dan kolaborasi yang kuat, kita bisa mengembalikan daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global.”


Halaman:

Komentar