Wamen PPA Dzulfikar Bertemu Jokowi di Solo, Lebih Banyak Nostalgia

- Jumat, 06 Maret 2026 | 12:50 WIB
Wamen PPA Dzulfikar Bertemu Jokowi di Solo, Lebih Banyak Nostalgia

Kediaman pribadi Joko Widodo di Solo tadi siang kedatangan tamu. Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyempatkan diri bersilaturahmi usai rangkaian kerjanya di Jawa Tengah. Pertemuan itu, kata Dzulfikar, lebih banyak diisi oleh nuansa nostalgia ketimbang pembahasan formal.

“Lebih banyak tadi nostalgia saja,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, ikatan mereka terjalin sejak dia terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, di mana Jokowi hadir dalam muktamar. “Banyak di situ. Terus yang lain cerita-cerita soal betapa jadi pejabat publik itu juga tidak mudah,” tambah Dzulfikar seusai pertemuan di kawasan Sumber, Banjarsari.

Di sisi lain, Dzulfikar juga bercerita tentang pengalamannya sendiri selama setahun menjabat. Dirinya mengaku mendapat pelajaran berharga tentang betapa mengurasnya energi menjadi pejabat publik. Harus selalu prima, terutama saat turun ke daerah.

“Ternyata tidak mudah karena energi kita harus full, bertemu orang harus full 100%,” terangnya.

Menurutnya, tantangan terbesar justru ada pada bagaimana menjawab ekspektasi yang meluap-luap dari masyarakat dan rekan aktivis di lapangan.

Namun begitu, dari obrolan itu dia tak cuma bercerita. Dzulfikar mengaku mendapat masukan berharga dari mantan presiden itu. Intinya sederhana: jangan menyerah. Jokowi juga menyarankannya untuk tetap rajin bertemu dan menyapa masyarakat, karena itu jantung dari tugas seorang pejabat publik.

Pertemuan singkat itu pun berakhir. Agenda Dzulfikar masih panjang. Dari Solo, dia akan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk meninjau program Makan Bergizi Gratis.

“Selesai ini mau lanjut Jogja ini mengecek MBG, terus besok ke Magelang mau mengecek Koperasi Merah Putih di sana,” pungkasnya sebelum beranjak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar