Di sisi lain, Sharaa juga mengimbau suku-suku Arab yang merupakan mayoritas di Provinsi Raqa dan Deir Ezzor untuk tetap menjaga ketenangan. Wilayah-wilayah ini saat ini berada di bawah kendali pasukan Kurdi. Ia berharap langkah ini bisa menjadi titik awal yang baik. Bukan cuma untuk rekonstruksi dan pembangunan Suriah yang porak-poranda, tapi juga untuk menciptakan keamanan yang lebih stabil.
"Rinciannya akan diselesaikan pada hari Senin," tambahnya mengenai teknis kesepakatan.
Sharaa menjelaskan, kesepakatan yang baru dicapai ini sebenarnya berpijak pada semangat perjanjian yang sudah ditandatangani pada Maret tahun lalu. Ia punya harapan besar. "Bahwa Suriah mengakhiri keadaan perpecahannya saat ini dan bergerak menuju keadaan persatuan dan kemajuan," ujarnya penuh keyakinan.
Sampai berita ini diturunkan, Mazloum Abdi dan pemerintah Kurdi sendiri belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait klaim kesepakatan dari pihak Damaskus ini. Semuanya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Artikel Terkait
IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata
Partai Gerakan Rakyat Deklarasikan Dukungan untuk Anies Baswedan Capai Puncak Kekuasaan
Prabowo Terbang ke Eropa, Temui PM Inggris hingga Raja Charles
Sutoyo Abadi: Pemindahan Ibu Kota Bisa Picu Bubarnya Indonesia