Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, baru saja mengumumkan sebuah kesepakatan penting. Ia menyatakan telah tercapai gencatan senjata penuh dengan Mazloum Abdi, pemimpin Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Pengumuman ini muncul di tengah situasi yang memanas, tepatnya pada hari Minggu (18/1) waktu setempat, setelah pasukan pemerintah dilaporkan bergerak maju ke wilayah-wilayah yang selama ini dikendalikan kelompok Kurdi di bagian utara dan timur negara itu.
Menurut sejumlah saksi, pertemuan langsung antara Sharaa dan Abdi sempat tertunda. Cuaca buruk disebut-sebut sebagai penyebabnya. Namun begitu, rupanya kesepakatan itu sudah lebih dulu ditandatangani oleh kedua belah pihak. Tujuannya jelas: menenangkan situasi yang kian tegang.
"Saya merekomendasikan gencatan senjata total," tegas Sharaa.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu dengan utusan Amerika Serikat, Tom Barrack, di ibu kota Damaskus.
Artikel Terkait
IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata
Partai Gerakan Rakyat Deklarasikan Dukungan untuk Anies Baswedan Capai Puncak Kekuasaan
Prabowo Terbang ke Eropa, Temui PM Inggris hingga Raja Charles
Sutoyo Abadi: Pemindahan Ibu Kota Bisa Picu Bubarnya Indonesia