Partai ini langsung menyodorkan sejumlah program utama yang mereka sebut "Lima Tuntas". Urusan legalitas partai jadi nomor satu. Lalu, membangun kapasitas kader, meningkatkan popularitas, menyiapkan elektabilitas, dan tak lupa, membenahi fasilitas pendukung. Mereka juga punya rekomendasi dari dewan pakarnya, yang menyoroti isu-isu seperti keadilan ekologis dan politik yang adil.
Lalu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Anies Baswedan. Kehadirannya di Rakernas, lengkap dengan pidato yang disampaikan, langsung memantik pertanyaan. Apa perannya nanti di partai ini?
Sejauh ini, belum ada kejelasan posisi resminya. Beredar wacana bahwa dia mungkin akan duduk di kursi Ketua Dewan Pembina. Tapi itu masih spekulasi. Yang pasti, banyak yang melihat Partai Gerakan Rakyat ini akan menjadi kendaraan politik Anies untuk Pemilu 2029 mendatang.
Dan situasinya kini lebih terbuka. Dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus presidential threshold, partai baru seperti ini punya peluang langsung. Jika lolos verifikasi, mereka berhak mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Peta politik, tampaknya, akan semakin ramai.
Perjalanannya baru saja dimulai. Dari sebuah rapat di hotel berbintang, kini mereka siap bertarung di gelanggang yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal