Rumah masa kecil Yoga Nauval di kawasan itu terasa sunyi, meski mulai ramai oleh orang-orang yang datang. Sejak pagi, kerabat dan keluarga sudah berdatangan, silih berganti menghibur keluarga yang sedang berduka. Yoga, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, menjadi salah satu korban dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Di halaman rumah, sebuah tenda sudah dipasang. Kursi-kursi disusun untuk para tamu yang tak henti datang. Suasana haru dan duka jelas terasa, menggantung berat di udara. Hingga saat ini, mereka masih menanti kabar resmi dari tim evakuasi yang terus bekerja di lokasi kejadian.
Menurut informasi, Yoga adalah bagian dari tim air surveillance di Ditjen PSDKP. Saat pesawat hilang kontak Sabtu kemarin, ia sedang menjalankan tugas pengawasan. Pria 30 tahun itu bertugas sebagai operator foto udara.
Di sisi lain, kehidupan pribadinya juga mulai tergambar. Seorang tetangga bercerita, Yoga adalah seorang suami dan ayah dari anak berusia tujuh tahun. Meski besar di rumah ibunya yang kini dipenuhi pelayat, ia sudah memboyong keluarga kecilnya untuk tinggal di sebuah apartemen.
Artikel Terkait
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Noe Letto di Wantimpres: Penunjukan Strategis atau Strategi Penjinakan?
Prabowo Menitikkan Air Mata di Pernikahan Sekretaris Pribadinya
Pernikahan di Tengah Banjir, Sukacita Tak Tergenang Air