Bagi banyak orang, Ramadan adalah perjalanan spiritual yang sangat personal. Rasanya makin terasa kalau kita jauh dari keluarga, atau tinggal di tempat di mana Muslim cuma minoritas. Nah, melihat kondisi itu, Kahf punya inisiatif bernama Global Ramadan Connect 2026. Ini bagian dari kampanye 'Bener Bareng' mereka, intinya sih mau bikin ruang kebersamaan yang nggak terbatas negara.
Group Head of Brand Development Male Grooming, Personal Care & Innovation ParagonCorp, Andrie Kurniarahman, menjelaskan alasannya.
"Ramadan selalu mengajak kita untuk memperbaiki diri. Tapi kami perhatikan, banyak pria Muslim di berbagai kota besar dunia menjalani proses ini sendirian, tanpa teman seperjalanan. Lewat Global Ramadan Connect, kami cuma ingin bikin ruang kebersamaan yang sederhana tapi bermakna. Tempat orang bisa nyaman belajar, refleksi, dan bertumbuh bareng-bareng," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Rangkaian acaranya sendiri dimulai dari Jakarta pada 24 Februari lalu, diikuti 650 peserta. Kemudian merambah ke 27 kota lain di Indonesia, menjangkau lebih dari 800 orang lagi. Namun begitu, Kahf nggak berhenti di situ. Mereka membawanya ke tingkat global.
Dari Madinah, Chiba, New York, sampai London, acara ini jadi ruang temu komunitas pria untuk saling berbagi dan menguatkan selama Ramadan. Puncaknya di Kuala Lumpur. Formatnya konsisten di tiap kota: ada momen kumpul-kumpul, ruang refleksi, lalu disusun langkah kecil untuk perbaikan diri yang dijalani bersama.
Secara total, program ini digelar di 6 negara dan 7 kota besar. Pesertanya mencapai lebih dari 8.150 orang. Angkanya cukup beragam: dari 250 paket iftar di Madinah, 100 peserta di Chiba, 250 lagi di New York, hingga distribusi 5.000 paket iftar di Mekkah. Di London, 900 orang hadir, sementara Kuala Lumpur dihadiri 200 peserta. Jangkauannya makin luas berkat digital dan kolaborasi lintas benua. Inti pesannya sama di mana-mana: jadi lebih baik itu lebih mudah kalau dilakukan bareng-bareng.
Di tiap lokasi, aktivitasnya disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Di Arab Saudi, selain menyediakan iftar di Masjidil Haram, Kahf juga mengadakan sesi koreksi bacaan Al-Fatihah di pelataran Masjid Nabawi. Pesertanya para pendatang dari berbagai negara.
Sementara di Jepang, mereka kolaborasi dengan Dr. Kyoichiro Sugimoto, Chairman of Chiba Islamic Cultural Center. Tujuannya membuka ruang belajar Al-Qur'an dengan metode IQRO'. Ini penting buat Muslim lokal dan mualaf yang sering kesulitan mencari materi Islam dalam bahasa Jepang.
Lain lagi ceritanya di New York. Buka puasa bersama digelar di The Islamic Center of New York City, berkolaborasi dengan platform komunitas @Muslim. Acara ini menyoroti indahnya keberagaman dalam komunitas diaspora.
Founder & Editor-in-Chief @Muslim, Ameer Al-Khatahtbeh, berkomentar tentang hal ini.
"Ramadan terasa beda kalau dijalani bersama. Pertumbuhan kita juga terasa lebih kuat saat saling terhubung. Kita ini satu umat. Saat kita membangun bersama, manfaatnya bisa dirasakan semua," katanya.
Di Inggris, responsnya juga luar biasa. Tiket sesi tajwid dan refleksi Al-Fatihah bersama Qari Yahya Ali yang diinisiasi Kahf, ludes terjual dalam waktu singkat. Ini jadi kolaborasi kedua Kahf dengan Open Iftar di Guildhall London lewat Ramadan Tent Project.
Acara di London itu lagi-lagi dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Britania Raya dan Irlandia, Dr. Desra Percaya. Kahf sendiri diwakili oleh Dr. Daanish Mahmood yang bergabung sebagai Kahf Global Representative.
Rangkaian panjang ini akhirnya ditutup setelah Ramadan lewat Raya Open House Aidilfitri di Malaysia. Temanya 'Pasti Ada Berkahnya', memperluas pesan bahwa ikhtiar perbaikan yang dijalani bersama diharapkan membawa keberkahan yang lebih luas.
Jadi, melalui Global Ramadan Connect 2026, Kahf nggak cuma sekadar ngadain acara. Mereka berusaha menciptakan ruang di mana keramaian bisa berubah jadi kebersamaan yang hangat. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana brand lokal Indonesia, dengan semangat 'Kebaikan Tanpa Batas', ikut berkontribusi membangun percakapan dan ikatan di komunitas Muslim global. Caranya ya sederhana: dengan mengingatkan bahwa kita nggak perlu menjalani semuanya sendirian.
Artikel Terkait
Warga Indonesia Tewas Ditikam di Jerman, Tetangga Satu Gedung Ditahan
Bus Transjakarta Tabrak Motor di Jembatan Tiga, Satu Tewas
Inspirasi Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk Media Sosial
Andre Rosiade Salurkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Korban Banjir Pasaman dan Agam