Gabungan mematikan antara drone Bayraktar Turki dan M9 Reaper Amerika yang jelas-jelas sudah mengadopsi pelajaran dari kesuksesan Turki di tiga lokasi sebelumnya mengubah segalanya. Serangan dari udara itu begitu presisi dan menghancurkan moral. Akibatnya, momentum Rusia punah. Mereka terpaksa mundur dan kini, seperti yang kita saksikan, pertempuran cuma berkutat di wilayah Donetsk dan Donbas. Jauh dari ambisi awal.
Foto yang beredar memperlihatkan betapa dahsyatnya dampaknya: anggota kavaleri bermotor Rusia bergelimpangan tak bernyawa di sebuah hutan dekat Donetsk, menjadi korban dari mesin perang tanpa awak itu.
(Budi Saks)
Artikel Terkait
Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan
Duka di Rumah Masa Kecil Yoga, Korban Pesawat Hilang Kontak
Di Balik 790 Mata yang Menatap: Kisah Shelter Bekasi yang Jadi Harapan Terakhir Kucing Jalanan
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi