Garis depan peperangan modern tampaknya sedang berubah. Pergeseran ini, kalau kita lihat, mulai benar-benar terasa setelah serangkaian konflik proksi antara Turki dan Rusia di Libya, Suriah, dan tak ketinggalan Azerbaijan.
Di ketiga medan itu, teknologi militer Rusia seperti mendapat pelajaran mahal. Alutsista Turki, terutama drone Bayraktar yang ganas, berulah dengan efektif yang mencengangkan. Tank dan sistem pertahanan udara yang diandalkan, ternyata tak berdaya menghadapi serangan dari langit yang hampir tak bersuara itu.
Namun begitu, perubahan doktrin itu makin kentara dan tak terbantahkan lagi saat perang Ukraina meletus. Ingat di awal invasi? Pasukan Rusia sempat terlihat perkasa, dengan barisan tank panjang merangsek dari Belgorod menuju Kyiv. Parade kekuatan itu seolah akan menggilas segalanya.
Tapi nyatanya, mereka dihajar habis.
Artikel Terkait
Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan
Duka di Rumah Masa Kecil Yoga, Korban Pesawat Hilang Kontak
Di Balik 790 Mata yang Menatap: Kisah Shelter Bekasi yang Jadi Harapan Terakhir Kucing Jalanan
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi